Tolak Djakarta Warehouse Project, Massa GPI Tutup Jalan Hingga Bakar Ban di Depan Kantor Anies

Massa Gerakan Pemuda Islam (GPI) menggeruduk kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

Tolak Djakarta Warehouse Project, Massa GPI Tutup Jalan Hingga Bakar Ban di Depan Kantor Anies
TribunJakarta.com/Dion Arya Bima Suci
Massa aksi berunjuk rasa sambil bentangkan spanduk protes di depan pagar Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Massa Gerakan Pemuda Islam (GPI) menggeruduk kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

Mereka menuntut Anies mencabut izin Djakarta Warehouse Project (DPW) yang akan diselenggarakan di JIExpo Kemayoran pada 13 hingga 16 Desember mendatang.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, massa aksi mengenakan pakaian berwarna putih dan memakai sorban.

Massa aksi membakar ban di depan pintu masuk Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019).
Massa aksi membakar ban di depan pintu masuk Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2019). (TribunJakarta.com/Dion Arya Bima Suci)

Massa aksi terlihat membawa beberapa spanduk yang mereka bentangkan di depan kantor Anies.

Spanduk itu bertuliskan 'Konser Maksiat DWP, Free Sex, Narcotic, Alcohol. Tolak Konser Maksiat DWP 2019'.

Ada juga spanduk bertuliskan, 'Gubernur pilihan umat promaksiat, tolak konser maksiat DWP 2019' yang dibawa oleh peserta aksi.

Sejumlah peserta aksi sempat membentangkan spanduk hingga menutup Jalan Medan Merdeka Selatan di depan Balai Kota.

Hal ini menyebabkan kemacetan panjang di Jalan Medan Merdeka Selatan mengarah patung kuda Arjuna Wiwaha.

Bahkan, peserta aksi turut membakar ban hingga asap hitam membumbung tinggi ke langit.

Komandan GPI Irwan AHN menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak pro rakyat jika tidak mencabut izin DWP.

"Gubernur kebanggan kita pro maksiat, membiarkan seribu orang datang ke DWP untuk berbuat maksiat," ucapnya saat berorasi, Kamis (12/12/2019).

Ia mengancam akan membubarkan konser musik bertaraf internasional itu jika Anies tidak mencabut izinnya.

"Kami minta kegiatan ini dihentikan. Sebelum kami membatalkan di TKP," ujarnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved