BPS Catat Kasus Kusta, Malaria, dan Tuberkulosis Paling Banyak se-DKI Ada di Jakarta Timur

Urutan kedua ditempati Jakarta Barat dengan jumlah sebanyak 99 kasus, urutan ketiga Jakarta Utara dengan 64 kasus Kusta.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Tabulasi penyebaran penyakit menular sepanjang tahun 2018 yang dicatat BPS DKI 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat sepanjang tahun 2018 jumlah warga Jakarta Timur yang terjangkit Kusta, Malaria, dan Tuberkulosis paling banyak se-DKI.

Pada publikasi Provinsi DKI Jakarta Dalam Angka 2019 yang dirilis BPS DKI nomor katalog 1102001.31, sepanjang tahun 2018 sebanyak 131 warga Jakarta Timur terjangkit Kusta.

Urutan kedua ditempati Jakarta Barat dengan jumlah sebanyak 99 kasus, urutan ketiga Jakarta Utara dengan 64 kasus Kusta.

Urutan keempat Jakarta Selatan dengan jumlah 42 kasus, urutan kelima Jakarta Pusat dengan jumlah 25 kasus, dan urutan keenam Kepulauan Seribu dengan jumlah 6 kasus.

Dalam kasus Malaria, sepanjang tahun 2018 tercatat 28 warga Jakarta Timur terjangkit Malaria, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan dengan jumlah 10 kasus.

Jakarta Utara 8 kasus, Jakarta Pusat 7 Kasus, hanya Kepulauan Seribu yang tercatat bersih dari kasus Malaria dengan jumlah 0 kasus.

Selain Kusta dan Malaria, jumlah warga Jakarta Timur yang terjangkit Tuberkulosis sepanjang tahun 2018 paling banyak se-DKI, yakni 10.207 kasus.

Sementara Jakarta Barat tercatat 7.613 kasus, Jakarta Selatan 5.265 kasus, Jakarta Pusat 5.187 kasus, Jakarta Utara 4.249 kasus, dan Kepulauan Seribu 49 kasus.

Rekap Indonesia di BWF World Tour Finals 2019: 2 Lolos, 2 Wakil Selalu Kalah, Skenario Marcus/Kevin

Hadapi Persija Jakarta, Pelatih Madura United Rasiman Masih Khawatirkan Kondisi Pemain Andalannya

Live Streaming PSIS Semarang Vs Semen Padang Petang Ini, Asa Terakhir Tim Tamu Bertahan di Liga 1

TribunJakarta.com telah berupaya mengonfirmasi kebenaran data BPS dan penanganannya kepada Kasudin Kesehatan Jakarta Timur Indra Setiawan Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar, dan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti.

Namun hingga berita ditulis, upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Indra, Anwar, dan Widyastuti urung membuahkan hasil.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved