DPRD DKI Ingin Minta Pendapat Hukum Soal Beli Tanah Wakaf untuk Lahan Makam Warga Kepulauan Seribu

Dinas Kehutanan DKI Jakarta berencana membeli tanah wakaf yang menjadi lahan pemakaman warga Kepulauan Seribu.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Sekretaris Komisi A DPRD DKI dari Gerindra, Syarif, di kantor DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kehutanan DKI Jakarta berencana membeli tanah wakaf yang menjadi lahan pemakaman warga Kepulauan Seribu.

Hal ini dikatakan anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Syarif, saat dihubungi Wartawan, Jumat (13/12/2019).

Karenanya, lanjut Syarif, pihaknya akan menanyakan hal ini kepada lembaga yang mengerti ihwal hukum belanja wakaf.

"Mau cari pendapat ke penegak hukum, bisa tidak tanah wakaf dibeli," ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan Bupati Pulau Seribu pun tak mengetahui lahan mana yang menjadi tanah wakaf.

Hal inilah yang menjadi hambatan guna membeli tanah makam di Kepulauan Seribu.

"Selama ini tidak tersebut urusan itu, karena Bupati pulau seribu belum bisa petakan mana lahan yang bisa dibeli," kata dia.

Menurutnya, hal ini mesti melalui kajian dari belanja tanah wakaf.

"Harus ada kajian belanja wakaf. Karena ini berbeda dengan tanah warga biasa," ucapnya.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved