Pakar Hukum Nilai Lucu saat Lutfi Pembawa Bendera di Demo Didakwa 4 Pasal Alternatif, Ini Analisanya

Dari empat pasal alternatif ini, yang paling berat ancaman hukumannya dihukum tujuh tahun penjara.

Pakar Hukum Nilai Lucu saat Lutfi Pembawa Bendera di Demo Didakwa 4 Pasal Alternatif, Ini Analisanya
TribunJakarta/Kompas
Pakar Hukum Nilai Lucu saat Lutfi Pembawa Bendera di Demo Didakwa 4 Pasal Alternatif, Ini Analisanya 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pakar Hukum Pidana Teuku Nasrullah menilai lucu ketika Lutfi Alfiandi, pembawa bendera Merah Putih di tengah kerusuhan di sekitar Kompleks Parlemen Senayan pada 25 September 2019 lalu itu didakwa empat pasal alternatif.

Lutfi Alfiandi didakwa empat pasal alternatif saat sidang perdana pada Kamis (12/12/2019).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andri Saputra menyebutkan, pertama, Lutfi Alfian diancam Pasal 212 KUHP juncto atau Pasal 214 KUHP ayat 1.

Adapun Pasal 212 KUHP itu mengatur adanya kekerasan terhadap anggota kepolisian. Sementara, Pasal 214 KUHP terkait perbuatan Lutfi yang dinilai melawan aparat polisi saat aksi pelajar dan mahasiswa rusuh itu.

TONTON JUGA:

Kemudian, Lutfi didakwa melanggar Pasal 170 ayat 1 KUHP yang mengatur terkait perbuatan melakukan kekerasan terhadap orang atau barang.

Lalu Lutfi juga didakwa melanggar Pasal 218 KUHP karena Lutfi berada di antara kerumunan meski telah diperintah tiga kali oleh aparat kepolisian.

Lihat Beda Ekspresi Alea Tampil di Vlog Sang Ayah & Anissa Aziza, Raditya Dika Akui Heran: Aneh

Dari empat pasal alternatif ini, yang paling berat ancaman hukumannya dihukum tujuh tahun penjara.

Setelah pembacaan dakwaan ini, kuasa hukum dan Lutfi menerima dakwaan itu.

Selain itu, Lutfi Alfiandi juga disebut bukanlah seorang pelajar.

Halaman
123
Penulis: Kurniawati Hasjanah
Editor: Siti Nawiroh
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved