Warga Kepulauan Seribu Kekurangan Lahan Makam, Dinas Kehutanan Disebut Berniat Beli Tanah Wakaf

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Syarif, mengatakan lahan pemakaman di Kepulauan Seribu merupakan tanah wakaf.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Gerindra Syarif saat ditemui awak media di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (11/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Gerindra, Syarif, mengatakan lahan pemakaman di Kepulauan Seribu merupakan tanah wakaf.

Sebab itu, kata dia, Dinas Kehutanan DKI Jakarta berniat untuk membeli tanah wakaf tersebut.

"Bisa tidak dilakukan pembelian. Ini yang sedang direncanakan oleh Dinas Kehutanan. Selama ini berjalan di tanah wakaf," kata Syarif saat dihubungi Wartawan, Jumat (13/12/2019).

Lebih lanjut, dia mengatakan Bupati Pulau Seribu pun tak mengetahui lahan mana yang menjadi tanah wakaf.

Hal inilah yang menjadi hambatan guna membeli tanah makam di Kepulauan Seribu.

"Selama ini tidak tersebut urusan itu, karena Bupati pulau seribu belum bisa petakan mana lahan yang bisa dibeli," kata dia.

Menurutnya, hal ini mesti melalui kajian dari belanja tanah wakaf.

"Harus ada kajian belanja wakaf. Karena ini berbeda dengan tanah warga biasa," ucapnya.

DPRD DKI Sebut Warga Kepulauan Seribu Kekurangan Lahan Pemakaman

Halaman
123
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved