Tutup Ekspor Akhir Tahun, 49 Ribu Box Temulawak Indonesia Dikirim SIP ke Kamboja

Menurut Eng Liang Tan, Temulawak dikategorikan sebagai anggota jahe-jahean dan memiliki ragam manfaat.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - SOHO Industri Pharmasi (SIP) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar rangkaian pelepasan ekspor terakhir di tahun ini.

Menutup ekspor akhir tahun, produk jadi yang kirim adalah produk-produk berbahan dasar Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) yang merupakan tanaman asli Indonesia sebanyak 49.187 box dengan tujuan ke negara Kamboja.

"Temulawak yang SIP gunakan merupakan temulawak organik yang dikembangkan di kebun riset kami, yakni SOHO Center of Excellence in Herbal Research (SCEHR) yang ada di Sukabumi. Nantinya, akan di kirim ke Kamboja," ujar Presiden Komisaris PT SOHO Global Health, Eng Liang Tan di Kawasan PT. SOHO Industri Pharmasi, Pulogadung, Jakarta Timur, (13/12/2019).

Curcuma xanthorrhiza atau yang lebih dikenal dengan nama Temulawak, merupakan tanaman herbal asli Indonesia yang menghasilkan rimpang atau umbi akar yang memiliki berbagai khasiat.

Tanaman ini, banyak hidup di dataran pulau Maluku, Jawa dan Kalimantan. 

Menurut Eng Liang Tan, Temulawak dikategorikan sebagai anggota jahe-jahean dan memiliki ragam manfaat.

Mulai dari anti oksidan, anti inflamation atau radang, menjaga nafsu makan, menyehatkan pencernaan, menjaga kesehatan hati, menjaga daya tahan tubuh hingga mencegah penyakit kanker.

"Tahun ini, SIP mengekspor produk-produk farmasi sebanyak 40 kali shipment ke negara-negara seperti Brunei, Kamboja, Cameroon, Mauritius, Mongolia, Myanmar, Filipina, Sri Lanka, Timor Leste, dan Vietnam," kata dia.

"Untuk menutup ekspor di tahun 2019 sekaligus bentuk ucapan syukur atas pencapaian target itu, SIP bersama BPOM RI menggelar upacara pelepasan ekspor terakhir di tahun ini," bebernya.

Adapun ekspor 49.187 box temulawak ini juga mendapat apresiasi dari Kepala Badan POM, Penny K. Lukito.

Ia menyebutkan, Badan POM terus mendukung daya saing produk Indonesia, sebagai salah satu komitmen implementasi dalam meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. 

"Salah satu kunci untuk dapat mewujudkan kemandirian obat dalam negeri, industri harus dapat memenuhi standar kualitas secara konsisten agar produknya dapat diterima oleh negara tujuan ekspor. Karena itu Badan POM sangat mengapresiasi keberhasilan SIP mengekspor produk-produk berbahan dasar Temulawak ke berbagai negara,” tutur Penny K. Lukito.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved