Wakil Wali Kota Tangsel Tunggu Konsep Pengganti UN Ala Mendikbud Nadiem

Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, angkat bicara hal wacana Mendikbud Nadiem Makarim yang akan menghapus UN.

Wakil Wali Kota Tangsel Tunggu Konsep Pengganti UN Ala Mendikbud Nadiem
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Wakil Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, di kantor Pemkot Tangsel, Jalan Maruga, Ciputat, Selasa (3/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie, angkat bicara hal wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim yang akan menghapus Ujian Nasional (UN) mulai 2021.

Nadiem akan mengganti UN dengan asesmen kompetensi minimum dan survei karakter.

Namun hal itu belum dijelaskan secara rinci bagaimana teknisnya.

Benyamin mengatakan, secara prinsip sebagai kepala daerah, ia akan mengikuti kebijakan nasional.

"Saya meyakini konsep dan rencana kebijakan itu sudah melalui pertimbangan yang sangat matang. Sebagai pemerintah daerah kalau itu jadi kebijakan nasional, kita akan melaksanakan kalau UN dihapuskan," ujar Benyamin saat dihubungi TribunJakarta.com, Sabtu (14/12/2019).

Benyamin memahami bahwa Mendikbud berusaha membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Ia menunggu, apa konsep pengganti UN dari menteri baru di periode kedua pemerintahan Joko Widodo itu.

"Jadi perubahan besar ini, saya ingin menunggu saja, apa reaksi berikutnya. Apa petunjuk berikutnya. Mungkin ada bagusnya UN dihapuskan, tapi saya pengin tahu juga konsep penggantinya seperti apa nih. Yang lebih maju dari sekedar UN.," katanya.

Benyamin sendiri sepakat dengan penghapusan UN, terlebih terkait dengan pengajaran.

Pengamat Mode Sebut Kualitas Sepatu Compass Setara Brand Luar Negeri

Bahas Kasus Sukmawati, Novel Bamukmin Sindir Penahanan Ahok di Mako Brimob: Betul Ditahan Atau Gak?

Hal itu bersandar pada perubahan zaman dan arus teknologi yang begitu cepat mempengaruhi kehidupan manusia.

"Sistem pengajarannya harus diubah memang. Kita kan sudah berlangsung lama. Saya pikir memang dunia sudah berubah. Kemudian pendekatan teknologi yang begitu masiv, memang harus banyak perubahan," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved