Teror Ular Kobra

Marak Penemuan Anak Ular Kobra, Berikut Faktor Pemicu dan Cara Penanganannya

Erik pun mengimbau agar masyarakar tak mengganggu habitat ular. Sebab ular tak akan menyerang bila tak diganggu

Marak Penemuan Anak Ular Kobra, Berikut Faktor Pemicu dan Cara Penanganannya
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Anak ular kobra yang berhasil diamankan warga Perumahan Citayam Village ketika kerja bakti. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMAN MINI - Bertepatan dengan ular yang menetas, diduga jadi pemicu banyaknya penemuan anak ular kobra.

Seperti diketahui, sejumlah media massa dalam beberapa bulan terakhir banyak memberitakan perihal penemuan anak ular kobra.

Bukan hanya satu, terkadang jumlah anak ular kobra yang ditemukan oleh warga maupun petugas pemadam kebakaran terbilang banyak.

Beberapa dari mereka juga ditemukan lebih banyak di permukiman warga bahkan di ruang pemeriksaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Untuk itu, Kasie Koleksi Perawatan Satwa Museum Komodo dan Taman Reptil Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Erik Hendrayana ikut angkat bicara.

Menurutnya penemuan anak ular kobra kali ini bertepatan dengan waktu menetasnya ular.

"Kalau untuk kejadian ini bisa banyak faktor. Satu diantaranya karena bertepatan dengan ular yang menetas, antara November-Desember. Untuk kobra, sekali menetas bisa 12-20 ekor," ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (15/12/2019).

Selanjutnya, Erik juga menjelaskan terkait sejumlah faktor lainnya yang bisa menjadi pemicu penemuan anak ular kobra di permukiman warga.

Menurutnya, faktor habitat dan makanan sangat mempengaruhi hal tersebut.

Halaman
123
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved