Chef Arnold Prediksi Dessert Bakal Jadi Primadona di 2020

Profesional Chef Arnold Poernomo, yang terkenal lewat tayangan MasterChef mengatakan bahwa dessert masih akan menjadi primadona di tahun 2020.

Chef Arnold Prediksi Dessert Bakal Jadi Primadona di 2020
TribunJakarta.com/Pebby Adhe Liana
Chef Arnold mengatakan dessert tetap akan jadi primadona di 2020 mendatang, Senin (16/12/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMANG - Profesional Chef Arnold Poernomo, yang terkenal lewat tayangan MasterChef mengatakan bahwa dessert masih akan menjadi primadona di tahun 2020.

Setelah berbagai bisnis usaha kopi yang naik daun di 2019, ia memprediksi bahwa minuman Indonesia yang memiliki cita rasa manis akan banyak dicari pelanggan kemudian.

"Tren 2020 yang pasti dessert. Kopi udah, nasi udah, mie udah, tinggal jajanan dan minuman khas Indonesia. Kemungkinan besar dessert. Jajanan pasar dibikin modern, minuman juga," kata Arnold di Kemang Jakarta Selatan, Senin (16/12/2019).

Menurutnya, saat ini masyarakat di Indonesia sangat menyukai berbagai macam makanan manis.

Terbukti, selain bisnis kopi, jenis minuman yang saat ini tengah banyak digemari masyarakat Indonesia adalah boba.

Minuman ini pun laris manis meski banyak masyarakat Indonesia yang sudah memulai hidup sehat.

Kendati demikian, ia pun menganjurkan agar para pengusaha makanan tetap menggunakan bahan yang berkualitas untuk menghasilkan produk yang baik serta memiliki identitas tersendiri agar mampu bersaing dengan pasar di Indonesia saat ini.

Ibu dan Adik Sekarat di Rumah, Bocah 10 Tahun Merangkak Kesakitan Minta Tolong Sang Nenek

Driver Ojol Bercadar, Cerita Desi Takut Bawa Penumpang Pria dan Cara Duduk Agar Tak Bersentuhan

"Banyak sekali masyarakat Indonesia suka dessert atau tidak. Secara munafik orang pada tidak suka (manis) gak suka. Tapi secara realitia, kita cinta dessert. Cinta yang manis. Buktinya boba terkenal, jajanan pasar terkenal," kata dia.

"Memang banyak sekali yang menjaga gaya hidup sehat, tapi yang pasti mereka pasti ingin masih menikmati itu," bebernya.

"Bahan dan kualitasnya diperhatikan. Banyak yang gak ada originality dari khas hidangan atau product. Bagaimana bisa berkompetisi baik kalau produknya mengcopy dan gak ada identitas? kalau sudah pakai bahan original dan sudah punya identitas, pasti mempromosikan dan menjualnya lebih pede," pungkasnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved