Usai Viral Balapan Liar di Jalanan Tambun, Polisi Gencar Lakukan Penyisiran

pelaku balap liar meresahkan pengguna jalan lain karena beraksi dengan cara menutup jalan hingga menimbulkan kemacetan

Istimewa/Dokumen Humas Polres Bekasi
Polsek Tambun Polres Metro Bekasi saat melakukan penyisiran antisipasi balap liar di Jalan Sultan Hasanudin 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Sebuah video yang menampilkan aksi balap liar yang dilakukan sejumlah pemuda viral di media sosial.

Kejadian tersebut diketahui terjadi di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Kapolsek Tambun, Kompol Siswo, mengatakan, aksi balap liar yang ada di video viral itu memang terjadi di wilayah hukumnya di Jalan Raya Sultan Hasanudin, depan Metland Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi.

"Kejadian yang ada di video hari Kamis (12/12), lokasinya di Jalan Raya Sultan Hasanudin sekitar pukul 05.30 WIB," kata Siswo saat dikonfirmasi, Selasa, (17/12/2019).

Usai kejadian viral itu, Polsek Tambun Polres Metro Bekasi langsung melakukan penyisiran setiap hari. Hasilnya, pada Minggu, (15/12/2019), lima orang pemuda berhasil diamankan.

"Dari situ kita giat lakukan operasi penyisiran, ada 5 pemuda kita amankan dan 9 sepeda motor," jelas Siswo.

Mereka ketika diamankan tengah berkumpul di pinggir jalan diduga hendak menggelar aksi balap liar.

Adapun dari rekaman video, pelaku balap liar meresahkan pengguna jalan lain karena beraksi dengan cara menutup jalan hingga menimbulkan kemacetan.

"Kita amankan motornya kita sita, mereka kita bina dan wajib lapor, karena ketika diamankan mereka berkumpul, kita langsung amankan untuk langkah pencegahan," tegas dia.

6 Fakta Ayah Bunuh Balita di Tangerang, Karena Alasan Sepele Hingga Telpon Mertua Ingin Bunuh Diri

Ini Lokasi Tes Kompetensi Dasar CPNS DKI Jakarta, Catat Waktu Pelaksanaanya

Mayoritas sepeda motor milik kelima pemuda tersebut tidak dilengkapi dengan surat-surat bukti kepemilikan. Kondisinya juga sudah dimodifikasi dan dinilai tidak standar keselamatan.

"Motornya kebanyakan sudah dimodif, ada yang tidak ada rem-nya, makanya kita tahan kita berikan surat tilang, mereka harus ikuti sidang," jelasnya.

Meski harus mengikuti sidang, sepeda motor tersebut juga harus dikembalikan seperti semula dengan memenuhi standar keselamatan.

"Kita beri catatan kalau mau diambil harus dilengkapi dulu surat-surat, spion, rem, knalpotnya harus diganti, supaya sesuai standar operasi, enggak bisa mereka langsung ambil," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved