Breaking News:

Pemprov DKI Tarik Penghargaan Diskotek Colosseum, Asphija: Industri Hiburan Selalu Didiskriminasi

Hana menilai selama ini pelaku industri hiburan justru hanyalah dijadikan sapi perah oleh Pemprov untuk dimintai pajaknya.

Tribunnews.com/Disparbud
Anugerah Adikarya Wisata 2019 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) menganggap dicabutnya penghargaan Adikarya Wisata 2019 kepada Diskotek Colosseum Club 1001 merupakan bentuk diskriminasi Pemprov DKI Jakarta kepada tempat hiburan.

"Kami sangat menyayangkan hal ini (pencabutan penghargaan). Kami ini Industri usaha yang legal, bukan usaha siluman yang tidak nyata. Kontribusi kami jelas dan nyata," kata Ketua Asphija, Hana Suryani saat dihubungi TribunJakarta.com, Rabu (18/12/2019).

Sebagai tempat usaha yang menyumbang pemasukan besar ke pemerintah, menurut Hana, seharusnya Pemprov DKI mau merangkul dan membina para pelaku industri hiburan.

Hal tersebut bertujuan untuk menghilangkan stigma negatif yang erat melekat pada dunia hiburan.

Namun pada praktiknya alih-alih dirangkul, Hana menilai selama ini pelaku industri hiburan justru hanyalah dijadikan sapi perah oleh Pemprov untuk dimintai pajaknya.

"Kami harusnya mendapatkan pembinaan. Kalau Pimpinan daerahnya saja tidak mau merangkul dan membina, lalu siapa yang melindungi kami," kata Hana.

Tuding Pemprov DKI Cari Aman

Hana menuding langkah Pemprov DKI Jakarta yang mencabut kembali penghargaan kepada Diskotek Colosseum terkesan mencari aman.

Diketahui, penghargaan terhadap Diskotek Colosseum ditarik kembali setelah adanya gelombang protes dan menuai kontroversi.

Halaman
12
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved