Siswa SMK Tusuk Tetangga Hingga Tewas, Pemicunya Dendam Sejak Masih Duduk di Bangku SD

Enam tahun memendam dendam, MM, siswa kelas XII SMK di Gempol nekat membunuh pria yang memerkosa ibunya

Siswa SMK Tusuk Tetangga Hingga Tewas, Pemicunya Dendam Sejak Masih Duduk di Bangku SD
SURYA.co.id/Galih Lintartika
Tersangka penusukan Yasin Fadilla (49), Muhammad Maulud Riyanto (18) bersama Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan. 

Sehari setelah kejadian, polisi akhirnya menangkap pelaku penusukan yakni MM, tetangga korban.

MM ditangkap di rumah kerabatnya di Kediri.

Menurut Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan, usai menusuk korbannya, tersangka langsung bersembunyi di rumah saudaranya yang kosong dan tidak lagi dihuni.

Tak lama, ia menghubungi adik kandungnya.

"Dia minta uang ke adiknya dan minta diantarkan ke Ngoro, Mojokerto. Tersangka naik bus kuning ke arah Terminal Mojokerto dari Ngoro. Setelah itu, tersangka naik bus menuju Kediri," tambhanya.

Di Kediri, kata Kapolres, tersangka diamankan.

4. Dendam kesumat

Kepada awak media, tersangka mengakui perbuatannya.

Secara tegas, ia mengaku khilaf. Ia memiliki dendam sejak kecil ke Yasin Fadillah, korban penusukan.

"Saya dendam sejak kecil, sejak saya duduk di bangku kelas 6 SD," kata MM, Kamis (19/12/2019) pagi.

Tersangka mengakui dendam itu tidak bisa diredam. Ia dendam karena almarhum ibu kandungnya pernah diperkosa sama Yasin Fadillah.

"Ibu saya dulu diperkosa sama dia. Itu saya dengar sendiri saat saya masih SD. Ada pak RT dan warga datang ke rumah dan minta damai saat itu. Nah, itu dendam saya sampai sekarang," jelasnya.

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan, pembunuhan ini motifnya sudah terungkap, yakni dendam. Tersangka menyimpan dendam dengan korban.

"Dendamnya masalah keluarga. Ini pembunuhan berencana, tersangka masih duduk di bangku SMK, statusnya pelajar," kata Kapolres.

Sisi Lain Citra Kirana Terungkap saat Bulan Madu, Rezky Aditya Sampai Keheranan: Drama Nggak Sih?

Kumpulan Ucapan Selamat Hari Ibu 22 Desember, Bisa Dijadikan Status Facebook, WhatsApp & Instagram

Pembelian Tiket Laga Liga 1 2019 Bali United Vs Madura United Ricuh, Bali United Cafe Rusak Parah

Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Tahajud, Lengkap dengan Keutamaan Bagi yang Melaksanakannya

5. Pembunuhan berencana

Rofiq, sapaan akrab Kapolres Pasuruan, mengatakan, disebut pembunuhan berencana karena keterangan dari para saksi disandingkan dengan keterangan tersangka ini bisa disimpulkan bahwa pembunuhan ini sudah disiapkan.

Ia menerangkan, tersangka ini sudah menyiapkan pisau untuk menusuk korbannya sejak satu bulan sebelum hari dimana tersangka menyerang korban.

"Pisau itu disimpan di dalam kamarnya. Begitu dia tahu kalau korban ini datang ke rumah yang dekat dengan rumahnya korban langsung menyiapkannya," kata Kapolres.

Selain itu, kata Kapolres, tersangka juga sempat mengintai korban. Artinya, sebelum korban ditusuk, tersangka mengamati pergerakan korbannya. Ia memantaunya dengan sepeda angin yang dipinjamnya dari temannya.

"Dia ikuti pergerakan korban. Setelah itu, tersangka mengambil pisau yang sudah disiapkan di rumah. Dan kembali berjaga - jaga di dekat lokasi korban berada," papar dia.

Kapolres menerangkan, tersangka ini sempat menggunakan topi, masker dan jaket. Begitu melihat korban keluar dari rumah tetangganya, tersangka langsung datang dan menusuk korban. (Surya)

Penulis: MuhammadZulfikar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved