Transjakarta Sayangkan Aksi Pemukulan Terhadap Penumpangnya

pihak kepolisian memastikan bakal mengusut peristiwa pemukulan terhadap seorang penumpang bus TransJakarta.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Muhammad Zulfikar
Ilustrasi pemukulan dan kekerasan fisik (net) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, SETIABUDI - Pihak Transjakarta merespon peristiwa pemukulan terhadap seorang penumpangnya.

Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta, Nadia Diposanjoyo, mengaku menyayangkan kejadian tersebut.

"Kami menyayangkan kejadian pemukulan oleh pelanggan yang berselisih," kata Nadia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/12/2019).

"Kami juga mengapresiasi petugas yang sigap melerai kedua belah pihak," tambahnya.

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan bakal mengusut peristiwa pemukulan terhadap seorang penumpang bus TransJakarta.

Hal itu dikatakan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Andi Sinjaya Ghalib.

"Kami akan tindak lanjuti. Kami teliti bukti-bukti dan fakta untuk proses penyelidikan," ucap Andi.

Korban bernama Rizky Suryarandika telah menjalani visum di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Rizky dipukul setelah tak bersedia menyerahkan tempat duduknya kepada pelaku.

Semula Rizky menumpang bus TransJakarta di Halte Kota Kasablanka. Ia duduk di sebelah pelaku.

Saat duduk, ia menyebut pelaku berusaha mendorongnya agar pindah dari bangku yang ditempatinya.

Lokasi Pelayanan SIM Keliling dan Samling Hari Ini di Jakarta, Kamis (19/12/2019)

Jelang Nataru 2020, KAI Daop 1 Operasikan 13 Kereta Api Tambahan

"Tubuh dia lebih besar dan mendorong saya. Tapi saya tidak mau beranjak," kata Rizky saat dikonfirmasi.

Ketika bus berhenti di Halte Patra Kuningan, pelaku hendak turun. Namun, sebelum turun, ia diduga sengaja menyikut wajah Rizky.

Mendapat perlakuan seperti itu, Rizky kesal dan memarahi pelaku yang belum diketahui identitasnya.

Setelahnya, pelaku justru tak terima dan mendorong Rizky hingga jatuh ke bangku khusus wanita.

"Saat jatuh, saya masih memarahi dia. Kemudian dia pukul wajah saya," jelasnya.

Akibatnya, hidung korban berdarah dan pelipis mata kirinya terluka hingga sempat sulit melihat dengan jelas.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved