10 Kali Beraksi Kuras Harta Mahasiswa Indekos di Depok, Wanita 32 Tahun Diringkus Polisi

Dari tangan pelaku, petugas pun mengamankan barang bukti berupa satu unit laptop merek Dell dan sebuah tas bermerek Eiger yang digunakan pelaku.

10 Kali Beraksi Kuras Harta Mahasiswa Indekos di Depok, Wanita 32 Tahun Diringkus Polisi
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kapolres Metro Depok AKBP Azis Andriansyah meminta keterangan dari pelaku SF terkait aksi pencurian yang dilakukannya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Polisi meringkus seorang wanita berinsial SF (32) yang kerap mencuri dari kamar kos mahasiswa atau pun mahasiswi di Kota Depok, Jawa Barat.

Kapolres Metro Depok AKBP Azis Andriansyah menjelaskan, pelaku yang merupakan seorang ibu rumah tangga diamankan dari kediamannya di kawasan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, pada Kamis (19/12/2019) kemarin sekira pukul 00.30 WIB.

Dari tangan pelaku, petugas pun mengamankan barang bukti berupa satu unit laptop merek Dell dan sebuah tas bermerek Eiger yang digunakan pelaku ketika beraksi.

Aduan Prostitusi Online, Satpol PP Kota Depok Amankan 42 Orang Saat Razia Indekos Hingga Apartemen

“Hasil pemeriksaan, pelaku mengakui sudah beraksi sebanyak 10 kali di lokasi yang berbeda. Kami dalami keterangannya karena dia mengaku sudah beraksi sejak tahun 2013,” kata Azis saat memimpin ungkap kasus tersebut di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Jumat (20/12/2019).

Azis mengatakan, pelaku berhasil diamankan berkat rekaman kamera cctv pengawas dalam aksinya yang terakhir disebuah indekos di kawasan Beji.

Dalam rekaman kamera CCTV tersebut, pelaku masuk ke dalam indekos korbannya yang tengah dalam kondisi sepi, dan langsung menggasak sejumlah harta korban.

“Aksi pelaku terekam CCTV di kamar kos di kawasan Beji pada akhir November lalu, disitu dia berhasil menggasak satu unit kamera merek Sony A6000, satu unit tab merek Apple. Dan satu unit laptop merek Dell yang berhasil kami amankan sebagai barang bukti” kata Azis.

Sementara itu, SF mengakui tindak kejahatan tersebut terpaksa ia lakukan karena terdesak kebutuhan sehari-hari, dan membantu ekonomi keluarganya lantaran penghasilan suaminya yang bekerja sebagai petugas kemanan kereta masih jauh dari kata cukup.

“Suami kerja satpam di kereta, uangnya buat kebutuhan sehrai-hari buat susu anak juga,” bebernya.

Akibat perbuatannya, SF terancam dijerat Pasal 362 KUHP dan 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian, dengan ancaman kurungan penjara lima tahun lamanya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved