Pilkada Kota Tangerang Selatan

18 Bakal Cawalkot Lolos Seleksi Berkas PSI, Siap-siap Dites Mantan Komisioner KPK

Dari internal PSI, ada nama Azmi Abubakar, Kokok Dirgantoro, dan Mikhail Gorbachev Dom

Dokumentasi PSI
Konferensi pers pengumuman hasil seleksi berkas Konvensi Konvensi Wali Kota dan Wakil Wali Kota 2020 PSI Tangerang Selatan (Tangsel). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Sebanyak 18 nama lolos seleksi berkas Konvensi Wali Kota dan Wakil Wali Kota 2020 PSI Tangerang Selatan (Tangsel).

Mereka yang lolos seleksi tersebut adalah:
1. Ade Irawan
2. Ambar Sari
3. Fahd Padepie
4. Andreas Jiman
5. Siti Nur Azizah
6. Azmi Abubakar
7. Kemal Pasya
8. Muhammad
9. Riza Vilano Satria Putra
10. Arsid
11. Suhendar
12. Kokok Herdhianto
13. Mikhael Gorbachev
14. Tomi Patria Edwardy
15. Masri Wendy Zulfikar
16. Yusrianto
17. Kemal Mustafa
18. Boedhi Surjono

“Setelah melewati seleksi berkas administrasi yang ketat, kami meloloskan 18 orang dari Kota Tangerang Selatan,” ujar Ketua Panitia Konvensi Wali Kota dan Wakil Wali Kota 2020 PSI Tangsel, Bima Januri, dalam keterangan resminya, Jumat (20/12/2019).

Bima menyebut latar belakang kandidat tersebut bermacam-macam, dari mulai aparat sipil negara (ASN) hingga chief executive officer (CEO) perisahaan konsultan komunikasi.

“Latar belakang kandidat beragam, sebagai contoh yang lolos seleksi administrasi Konvensi Pilkada Tangsel diisi dengan berbagai latar belakang, seperti pengusaha galon, pensiunan, aktivis, peneliti dan dosen, CEO, Sekda Tangsel, juga putri dari Wakil Presiden Maruf Amin,” paparnya.

Dari internal PSI, ada nama Azmi Abubakar, Kokok Dirgantoro, dan Mikhail Gorbachev Dom.

Setelah lolos seleksi berkas ini, tantangan para kandidat tidak lebih mudah.

Konvensi akan memasuki tahapan wawancara pada 18-19 Januari 2020 yang akan disiarkan live di media sosial.

Mereka akan dites oleh juri independen yang terdiri dari sejumlah tokoh seperti Mari Elka Pangestu, Hamdi Muluk, Faisal Basri, Sarwono Kusumaatmadja dan mantan komisioner KPK Bibit Samad Rianto.

Ketua DPD PSI Tangsel, Andreas, mengatakan, konvensi tersebut adalah upaya PSI untuk mencegah korupsi.

Rekam Video Seks dengan 14 Penumpang, Sopir Taksi Online Ini Sering Incar Wanita Kesepian

9.064 Personel Gabungan Dikerahkan Jaga Perayaan Malam Pergantian Tahun di Jakarta

Aniaya dan Injak Kemaluan Suaminya Hingga Pingsan, Perempuan Ini Ditahan, Ini Kata Polisi

Menurutnya, kasus korupsi yang selama ini kerap membelenggu kepala daerah terus terjadi karena proses pencalonan mereka dilakukan dalam ‘ruang-ruang gelap’ dan melibatkan “mahar” yang besar.

“PSI percaya akar permasalahan korupsi kepala daerah adalah proses rekrutmen parpol yang tertutup, eksklusif, dan nepotis,” ujar Andreas.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved