Natal dan Tahun Baru 2020

803 Personel Imigrasi Dikerahkan Pantau Imigran Nakal di Bandara Soekarno-Hatta Saat Libur Natal

803 Personel Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta dikerahkan untuk pengamanan libur Natal 2019 dan tahun baru 2020 mendatang.

803 Personel Imigrasi Dikerahkan Pantau Imigran Nakal di Bandara Soekarno-Hatta Saat Libur Natal
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Direktur Lalu Lintas Keimigrasian, Cucu Koswala saat mengecek kesiapan petugas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (20/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - 803 Personel Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta dikerahkan untuk pengamanan libur Natal 2019 dan tahun baru 2020 mendatang.

Hal itu diungkapkan Direktur Lalu Lintas Keimigrasian, Cucu Koswala saat mengecek kesiapan petugas di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (20/12/2019).

Menurutnya, hal itu untuk menyikapi pelonjakan penumpang yang akan terjadi di Bandara Soekarno-Hatta sampai 8 Januari 2020.

"Di Bandara Soekarno-Hatta ini, sebanyak 803 petugas disiagakan untuk melayani penumpang dari dan keluar negeri baik di Terminal 2 maupun Terminal 3," kata Koswala.

Dalam pengecekannya du Terminal 3, Koswala mengaku tidak menemukan kendala berarti.

Menurut dia, secara keseluruhan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta disebut siap dalam melayani penumpang pada libur akhir tahun kali ini.

"Namun demikian, selain pelayanan yang humanis, peningkatan pengawasan tetap dilakukan untuk mencegah masuknya warga negara asing yang melanggar keimigrasian," ucap Koswala.

Jelang Natal dan Tahun Baru 2020, Pasukan Gegana Disiagakan di Stasiun Gambir dan Pasar Senen

Jelang Natal dan Tahun Baru, Gubernur Anies Baswedan Pastikan Stok Pangan di Jakarta Aman

Dalam pengawasan warga negara asing (WNA), pihak imigrasi berkoordinasi dengan TNI/Polri, Angkasa Pura II, Bea Cukai, Karantina, dan Kesehatan pelabuhan.

"Selain itu, kami juga melibatkan Tim pengawasan orang asing atau Timpora yang terdiri dari berbagai instansi dan stakeholder," tutur Koswala.

"Yang jelas kita ingin memberikan pelayanan dan kenyamanan kepada mereka (penumpang) sehingga tidak stres ketika berangkat atau juga tidak stres ketika mereka tiba karena dilayani oleh para petugas dengan baik yang profesional," pungkasnya.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved