Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Kisah Soleh Sudah 16 Tahun Jadi Tukang Patri: Sering Puasa, Sedih Saat Anak Nangis Minta Jajan

Di antara hiruk pikuk suasana kota, terdengar suara 'krek krek krek' yang berasal dari tepian jalan.

Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Soleh, tukang patri disekitaran Bekasi-Jakarta Timur, Jumat (20/12/2019) 

Dalam sehari, penghasilannya kerap kali tak menentu. Usai berkeliling Bekasi hingga kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur ia bisa sama sekali tak mendapatkan uang.

Seperti hari ini, usai berkeliling dari pagi hingga siang hari, ia mengatakan belum mendapatkan pemasukan sama sekali.

Peluh di dahinya hingga sepatu lusuhnya menjadi saksi betapa kejamnya Ibu Kota bagi tukang patri.

Kendati demikian, Soleh mengatakan tak pernah berhenti bersyukur atas apa yang didapatnya.

"Ya mau gimana lagi. Memang sudah nasibnya begini. Yang jelas selama kita usaha pasti ada aja rezekinya. Kalau siang ini belum ada pemasukan. InsyaAllah nanti sore ada kok. Ini makanya saya mau terus keliling lagi. Sebab selama masih banyak penjual makanan pamai panci alumunium pasti ada aja yang butuh jasa saya," katanya.

Sering Puasa

Soleh, tukang patri disekitaran Bekasi-Jakarta Timur, Jumat (20/12/2019)
Soleh, tukang patri disekitaran Bekasi-Jakarta Timur, Jumat (20/12/2019) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)

Tiap manusia memang diwajibkan untuk bersyukur atas apa yang didapatkan.

Begitu pula dengan Soleh. Keberadaan tukang patri yang tergerus oleh zaman tak membuatnya patah semangat.

Baginya setiap hari adalah hari kerja. Entah ada pemasukan atau tidak, Soleh mewajibkan dirinya untuk terus berkeliling karena ada keluarga yang harus ia nafkahi di kampung halaman.

Soleh pun menceritakan jika selama ini ia sering puasa makan karena tak ada uang.

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved