Sisi Lain Metropolitan

Pernah Tampil di Hadapan Jokowi Hingga Dijauhi Lelaki, Kisah Duo Wanita Pemain Kuda Lumping Keliling

pemain kuda lumping keliling curhat dijauhi lelaki dan pernah tampil dihadapan Jokowi dan Megawati.

Pernah Tampil di Hadapan Jokowi Hingga Dijauhi Lelaki, Kisah Duo Wanita Pemain Kuda Lumping Keliling
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Syifa dan Nur (kaus hitam) pemain kuda lumping keliling saat ditemui di di Pinang Ranti, Jakarta Timur, Sabtu (21/12/2019). 

Berkeliling seharian dari satu kota ke kota lain tak membuat Nur mudah mengeluh.

Meskipun tanpa alas kaki, Nur mengatakan ia sudah kebal terhadap panas.

Bahkan jika melihat telapak kakinya ia tak memiliki kaki yang pecah-pecah ataupun kapalan.

"Kaki saya memang tahan panas. Ini baik-baik aja kayak kita pakai alas," kata Nur.

Selain kakinya yang tahan panas, mulut Nur juga sudah kebal terhadap api.

Ketika melakukan atraksi menyemburkan api, Nur mengatakan tak merasakan apapun ketika api tersebut mengenai bagian mulutnya, ataupun saat meminum minyak tanah untuk disemburkan.

"Ini sudah biasa. Enggak, enggak apa-apa, enggak bahaya," katanya sebelum memulai atraksi.

Pernah tampil depan Jokowi dan Megawati

Nama Sanggar Among Rogo milik sang nenek diakui Nur sudah tak asing lagi dikalangan seniman kuda lumping.

Berbagai tawaran pementasan kerap di tawarkan oleh sejumlah orang.

Baik untuk mengisi acara kecil maupun dalam skala besar.

Meskipun ia menghabiskan waktunya berkeliling menjadi kuda lumping, Nur memiliki prestasi lain yang tak banyak orang lain ketahui.

Satu diantaranya ialah tampil di sebuah hotel pada tahun 2018 lalu dan dihadapan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beserta Megawati Soekarnoputri.

"Sejauh ini yang paling berkesan ya pas tampil depan Presiden sama Megawati. Waktu itu di Hotel Grand Sahid tahun 2018. Saya bareng tim Sanggar Among Rogo tampil depan beliau," katanya.

Kendati demikian, penampilan selama pementasan tak membuatnya lupa untuk tetap mencari penghasilan harian.

Oleh sebab itu, Nur memilih untuk mengenalkan kuda lumping dengan berkeliling Ibu Kota hingga Bogor.

"Waktu itu kalau enggak salah bayarannya Rp 35 juta. Tapi kan itu jarang sekali yang sifatnya event besar. Makanya saya tetap keliling aja jadi kuda lumping sekalian melestarikan dan memperkenalkan," katanya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved