Satpol PP Kota Depok Imbau Pengelola Tidak Sewakan Apartemen Secara Harian

Lienda mengimbau para pengelola agar tidak memberikan atau menyewakan apartemen secara harian karena hal tersebut dapat mengindikasikan

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Kasatpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny ketika dijumpai wartawan di Kantor Wali Kota Depok, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Mencegah tindakan prostitusi online yang terjadi di apartemen, Sat Pol PP Kota Depok panggil pengelola apartemen untuk bisa lebih baik lagi dalam mengecek para tamu apartemen.

"Mereka berjanji untuk lebih intens lagi mengawasi kemudian memerbaiki S.O.P tamu yang ada, jangan sampai apartemen ini disalahgunakan oleh penggunanya," kata Kepala Sat Pol PP, Lienda Ratnanurdianny di Balai Kota Depok, Jumat (20/12/2019).

Peningkatakan pengawasan ini dikatakan Lienda dilandasi dari hasil laporan masyarakat mengenai adanya indikasi prostitusi online yang beberap waktu lalu pelaku atau mucikarinya telah ditangkap pihak Polresta Depok.

Namun Lienda mengatakan, pihaknya tak bisa langsung memberikan sanksi kepada pengelola terkait penyalahgunaan apartemen.

Sebab, operasi ini diakui Lienda butuh pembinaan lebih dulu yang dilakukan pihaknya terhadap semua apartemen di Depok khususnya di wilayah Margonda.

"Kalau masih melanggar, bisa dikenakan sanksi pidana sesuai Perda, bisa didenda sampai 50 jita atau denda kurungan sampai tiga bulan," tutur Lienda.

Polsek Tarumajaya Tangkap Wanita Muda Saat Transaksi Sabu di Depan Perumahan

Mengenai pencabutan ijin apartemen, Lienda mengatakan hal itu tak bisa dilakukan Sat Pol PP.

Namun pihaknya bisa saja untuk merekomendasikan agar ijin kelola dari apartemen yang melanggar untuk dicabut.

Sebab, Sat Pol PP bertindak berdasarkan Perda, salah satunya Perda Nomor 16 yakni tentang perbuatan asusila.

"Kalau ada indikasi perbuatan asusila dan perubahan peruntukan akan kita rekomendasikan kepada pemberi ijin untuk segera di evaluasi (ijinnya)" ujar Lienda.

Untuk itu, Lienda mengimbau para pengelola agar tidak memberikan atau menyewakan apartemen secara harian karena hal tersebut dapat mengindikasikan adanya perubahan peruntukan.

"Kan apartemen sesuai peruntukannya bukan untuk harian, apartemen itu sewanya bulanan atau tahunan," kata Lienda.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Apartemen di Depok Dilarang Sewa Harian, Antisipasi Peluang Jadi Prostitusi Online?

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved