Tujuh Orang Tewas Tersambar Kereta di Cibitung Bekasi, Polisi Bakal Kaji Rekayasa Lalu Lintas

7 orang tewas tertabrak kereta dekat Stasiun Cibitung Kabupaten Bekasi, polisi lakukan kajian rekayasa lalu lintas di perlintasan sebidang.

Tujuh Orang Tewas Tersambar Kereta di Cibitung Bekasi, Polisi Bakal Kaji Rekayasa Lalu Lintas
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Perlintasan sebidang kereta api di Jalan Raya Bosih dekat Stasiun Cibitung, Kabupaten Bekasi lokasi kecelakaan maut hingga menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. 

"Semalam kita fokus pada korban, menolong korban kemudian mengamankan barang bukti kendaraan," jelas dia.

"Seluruh korban mengalami luka parah, langsung meninggal di TKP satu saja yang sempat meninggal di rumah sakit," tambahnya.

Kecelakaan ini bermula ketika mobil Daihatsu Sigra yang ditumpangi tujuh orang penumpang melaju dari arah utara (Wanasari) ke arah selatan (Pasar Induk Cibitung).

Tepat di persimpangan jalan sebindang dekat Stasiun Cibitung, mobil bernomor polisi B-1778-FKY itu berusaha menerobos pintu palang perlintasan kereta api.

Pada waktu bersamaan, kerata api Argoparahyangan KA 69F yang melaju dari arah timur (Cikarang) ke arah barat (Jakarta) melintas dan menghantam mobil tersebut hingga terseret beberapa meter.

Ketujuh korban diantaranya, dua orang wanita bernama Watinah (50) dan Santi (30), serta lima orang laki-laki, Bahrudin (51) pengemudi mobil, Yanto (50), Didit (12), Syafrudin (49), dan Yanda (32).

Korban seluruhnya diketahui warga Jalan Arjuna III, nomor 34, RT.07/RW07, Kelurahan utan Kayu selatan, Matraman, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved