Breaking News:

Sisi Lain Metropolitan

Cerita Linyoh, 19 Tahun Jadi Pemulung: Sedih Ketika Hari Raya dan Tahun Baru

Satu diantaranya juga sudah berumah tangga dan tak lagi tinggal bersamanya di daerah Kampung Sawah, Bekasi, Jawa Barat.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Linyoh, pemulung berusia senja saat ditemui di kawasan Pondok Melati, Senin (23/12/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK MELATI - Perayaan tak selalu menjadi hal yang membahagiakan.

Itulah kata-kata yang keluar dari mulut Linyoh (60) saat pertama kali ditemui.

Di usia yang senja, ia masih harus berkeliling mencari kardus dan botol bekas.

Sambil memilah antara rongsokan yang layak jual, ia memasukan semuanya ke dalam gerobak.

Gerobak besi itu diakuinya telah menjadi saksi bisu betapa sulitnya mencari uang sejak tahun 2000 lalu.

Suami yang telah tiada dan dua anak lelaki yang belum bisa menjamin kehidupannya, semakin membuat Linyoh harus bekerja banting tulang.

Dua anak lelaki Linyoh yang bernama Ulin dan Uloh kini sudah beranjak dewasa.

Satu diantaranya juga sudah berumah tangga dan tak lagi tinggal bersamanya di daerah Kampung Sawah, Bekasi, Jawa Barat.

Kendati demikian, kehidupan dan keadaan ekonomi yang tak jauh berbeda, membuatnya tak bisa bergantung dari pemberian kedua anaknya.

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved