Natal dan Tahun Baru 2020

Gereja Katolik Santo Gabriel Paroki Pulo Gebang Usung Budaya Betawi jadi Tema Natal 2019

Bila pada perayaan Natal tahun 2018 panitia pelaksanaan Natal mengusung tema kebudayaan Papua, tahun ini budaya Betawi dipilih jadi tema.

Gereja Katolik Santo Gabriel Paroki Pulo Gebang Usung Budaya Betawi jadi Tema Natal 2019
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Pastur Paroki Gereja Katolik Santo Gabriel Paroki Pulo Gebang, Romo Aloysius Susilo Wijoyo (tengah) saat memberi keterangan di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (24/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Dalam setiap pelaksanaan ibadah Natal, Gereja Katolik Santo Gabriel Paroki Pulo Gebang, Kecamatan Cakung selalu mengusung tema keberagaman.

Bila pada perayaan Natal tahun 2018 panitia pelaksanaan Natal mengusung tema kebudayaan Papua, tahun ini budaya Betawi dipilih jadi tema.

Pastur Paroki Gereja Katolik Santo Gabriel Paroki Pulo Gebang, Romo Aloysius Susilo Wijoyo mengatakan pemilihan tak lepas dari domisili mereka.

"Betawi ini paling seru, karena paling mudah propertinya, ondel-ondel dan pakaian Betawi. Kita ingin menunjukkan bahwa kita ada di DKI Jakarta dan berarti Betawi," kata Aloysius di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (24/12/2019).

Tak hanya panitia pelaksanaan Natal yang mengenakan pakaian Betawi, para jemaat yang datang disambut diorama ondel-ondel.

Pada hari raya Natal 2019 ini, Aloysius berharap hubungan antar umat beragama di Indonesia kian terjalin sehingga tak ada konflik.

Hal ini sesuai dengan harapan Waligereja Indonesia yakni hidup sebagai sahabat semua orang sebagaimana Yesus.

Antisipasi Ancaman Terorisme Saat Perayaan Natal di Bekasi, Polisi Kerahkan Penjinak Bom

"Yesus lahir juga untuk semua orang, maka para pengikut Yesus pun diajak untuk hidup bersahabat. Semua orang, lintas suku agama, ras, golongan, bahkan pilihan politik, atas dasar cinta kasih," ujarnya.

Perihal ibadah Misa Natal hari ini, Aloysius menyebut total jemaat di Gereja Katolik Santo Gabriel Paroki Pulo Gebang dibagi dua sesi.

Yakni pukul 17.00 WIB dan pukul 20.00 WIB, sementara pada tanggal 25 dibagi tiga sesi pada pukul 06.30 WIB, pukul 09.00 WIB, dan pukul 17.00 WIB.

Pembagian sesi guna memfasilitasi seluruh umat Gereja Katolik Santo Gabriel Paroki Pulo Gebang yang tercatat 6.800 orang.

"Ibadah jam lima sore hari ini paling banyak dihadiri umat. Bisa sampai 3.000 umat, kalau yang jam delapan sekitar 1.500 umat. Sisanya memilih ibadah besok," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved