Breaking News:

Mabuk, Jangkrik Pukuli Bripka Gede Hingga Hidung Berdarah

Putu Heri Asta Putra alias Jangkrik (30), pria yang sehari-hari bekerja sebagai satpam harus mendekam di ruang tahanan.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Petugas menunjukkam barang bukti dan menghadirkan pelaku pemukulan, Jumat (20/12/2019). Jangkrik dijerat hukuman tentang penganiayaan pada Pasal 351 KUHP dengan ancaman 2 tahun 8 bulan penjara. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Putu Heri Asta Putra alias Jangkrik (30), pria yang sehari-hari bekerja sebagai satpam harus mendekam di ruang tahanan.

Warga Banjar Gunung, Abiansemal, Badung, ini ditangkap setelah memukul seorang anggota Polda Bali, Bripka I Gede Gunendra (34).

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Arta Ariawan mengatakan, Jangkrik melakukan penganiayaan terhadap seorang anggota polisi saat ia sedang dalam kondisi mabuk.

"Mungkin karena terpengaruh minum-minuman keras jadi pelaku emosional dan langsung memukul sekali korbannya," ujarnya, Senin (23/12).

Peristiwa terjadi di Jalan Cokroaminoto Selatan, dekat Hotel Haris, Denpasar, Jumat (20/12) pukul 20.00 Wita.

Saat itu, korban melintas dari Jalan Setia Budi, Denpasar menuju Dalung, Kuta Utara, Badung bersama rekannya bernama I Ketut Adi.

Dalam perjalanan, Ketut Adi melihat adanya keributan di pinggir jalan.

Keributan melibatkan Jangkrik dan sepasang suami istri karena masalah kesenggol sepeda motor.

Ketut Adi ingin melerai pertengkaran tersebut.

Melihat hal itu, Bripka I Gede Gunendra menarik Ketut Adi agar tidak ikut campur dalam masalah itu.

Halaman
12
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved