Tiga Hari Tanpa Kabar, Remaja Pria Ditemukan Gantung Diri di Bojong Gede

Korban diketahui bernama Chaerul Anam (18), Warga Kuningan, Jawa Barat, dan tinggal di rumah kakaknya lantaran sedang kuliah di Jakarta.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Muhammad Zulfikar
Tribun Jabar/Kisdiantoro
ILUSTRASI GANTUNG DIRI 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BOJONG GEDE - Warga Perumahan Indo Alam Residence, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, digegerkan dengan penemuan seorang warganya yang gantung diri pada Senin (23/12/2019) siang.

Korban diketahui bernama Chaerul Anam (18), Warga Kuningan, Jawa Barat, dan tinggal di rumah kakaknya lantaran sedang kuliah di Jakarta.

Kapolsek Bojong Gede Kompol Supriyadi menjelaskan, awal mula penemuan korban berawal dari kecurigaan kakaknya Ipung Purnama yang sedang pergi keluar kota.

Tiga hari meninggalkan korban sendirian di rumahnya, tak satupun pangggilan telepon atau pesan yang direspon oleh korban, hingga menimbulkan kekhawatiran dalam diri Ipung.

Buntutnya, Ipung pun meminta petugas keamanan perumahan bernama Salim untuk mengecek apakah korban sedang berada di rumahnya atau tidak.

"Ketika disambangi ternyata pintu rumahnya terkunci, akhirnya saksi (Salim) menaiki asbes rumah korban," kata Supriyadi pada TribunJakarta.com, Selasa (24/12/2019).

Setelah berhasil menaiki asbes rumah korban, alangkah terkejutnya saksi bersama sejumlah warga yang lain ketika menyaksikan korban sudah tergantung di ruang dapur.

"Saksi melihat kedalam dan terlihat korban sudah tergantung seutas tambang plastik di dapur, masih mengenakan pakaian lengkap," tambah Supriyadi.

Romo Gereja Santo Kristoforus Curhat Masalah Banjir, Begini Respons Anies Baswedan di Depan Jemaat

Gereja Santo Barnabas Pamulang Selenggarakan Lima Kali Misa Natal

Supriyadi mengatakan, berdasarkan keterangan warga sekitar korban baru sekiranya enam bulan tinggal di kediaman kakaknya itu.

Selama enam bulan itu, warga sekitar mengenal korban sebagai pribadi yang cukup tertutup dan pendiam.

"Keterangan warga korban tinggal dgn kakak kandungnya bapak Ipung Purnama baru enam bulan dan sifatnya pendiam? kurang sosialisasi dengan masyarakat sekitar," kata Supriyadi.

Hasil pemeriksaan sementara, tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan fisik pada tubuh korban, dan penyebabnya kematiannya pun murni disebabkan karena gantung diri.

Supriyadi menuturkan, pihak keluarga korban pun menolak untuk dilakukan visum terhadap jasad korban yang mulai mengeluarkan bau menyengat lantaran diduga sudah meninggal sejak tiga hari lamanya.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved