Kasus Sopir Lamborghini Melebar

Fakta Baru Sopir Lamborghini Diduga Sengaja Hindari Pajak, STNK Atas Nama Seorang Pekerja Serabutan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengatakan, Lamborghini itu terdaftar atas seorang pekerja serabutan.

Fakta Baru Sopir Lamborghini Diduga Sengaja Hindari Pajak, STNK Atas Nama Seorang Pekerja Serabutan
ISTIMEWA/Dokumentasi Kasat Polres Metro Jakarta Selatan
Lamborghini milik AM disambangi Kasat Reskrim Polres Jaksel Andi Sinjaya Ghalib. 

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Satu lagi fakta baru terungkap dari kasus pengemudi Lamborghini yang menodongkan pistol ke pelajar di Kemang, Jakarta Selatan.

Mobil mewah tersebut ternyata tidak terdaftar atas nama tersangka berinisial AM.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Andi Sinjaya Ghalib mengatakan, Lamborghini itu terdaftar atas seorang pekerja serabutan berinisial AR.

Semua bermula saat AR hendak meminjam uang sebesar Rp 700 ribu kepada rekannya bernama Yopi pada 2013.

"AR ini pinjam uang untuk biaya berobat anaknya," kata Andi saat dikonfirmasi, Rabu (25/12/2019).

Yopi bersedia meminjamkan uang kepada AR. Syaratnya, AR juga harus mau meminjamkan KTP-nya.

Ketika itu, AR mengaku sempat bertanya soal alasan Yopi meminjam kartu identitasnya.

"Saudara Y mengatakan, 'kan kamu butuh uang, oleh sebab itu saya pinjam KTP kamu untuk keperluan. Yang penting kamu dapat uangnya," jelas Andi.

Namun, sampai sekarang Yopi tak kunjung mengembalikan KTP AR. Sedangkan, AR juga tidak mengetahui alamat dan nomor telepon Yopi.

Sampai pada Juli 2019, AR mendapat pemberitahuan pembayaran pajak dari Dinas Perpajakan Negara.

Halaman
1234
Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Muji Lestari
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved