Sisi Lain Metropolitan

Cerita Arsen, 29 Tahun Jadi Penjual Arang Batok: Bakar Batok di Banten dan Dijual Ke Jakarta

Arsen pengumpul batok kelapa di di pinggir selokan Pasar Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Asen ketika sedang menjemur batok kelapa untuk dibuat arang batok di pinggiran Pasar Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (27/12/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK GEDE - Di bawah terik matahari, lelaki tua tampak berjongkok sembari merapikan sejumlah batok kelapa.

Mengenakan topi sebagai pelindung kepala, lelaki senja ini diketahui bernama Arsen (80).

Dengan gerakan perlahan akibat faktor usia, Arsen tampak sabar memunguti satu per satu batok yang sudah mulai mengering.

Selain itu, bukan hanya panas yang harus dirasakan oleh Arsen, namun bau tak sedap juga harus ia tahan karena lokasi penjemurannya yang berada di pinggir selokan Pasar Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

"Lagi dijemurin," ucapnya singkat sambil fokus memunguti batok kelapa tersebut, Jumat (27/12/2019).

Gerakannya memang perlahan, namun Arsen terlihat sudah ahli untuk memilah batok kelapa yang tingkat kekeringnya sudah sempurna dengan yang belum.

Selanjutnya batok kelapa tersebut, ia masukan ke dalam karung dan diletakan dalam gerobak besi miliknya.

"Ini mau saya buat arang, makanya harus dijemur dulu," lanjutnya bapak 3 anak asal Banten itu.

Akibat Arsen yang hanya tinggal mengontrak di kawasan Pondok Gede dan tak memiliki cukup tanah, ia mengirimkan puluhan karungan batok kelapa ini ke kampung halaman di Banten untuk di bakar.

Halaman
123
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved