Sepanjang 2019, KPAD Terima 24 Kasus Laporan Pelecehan Seksual di Kota Bekasi

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi mencatat, kasus pelecehan seksual hingga penghujung Desember 2019 sebanyak 24 kasus laporan.

Sepanjang 2019, KPAD Terima 24 Kasus Laporan Pelecehan Seksual di Kota Bekasi
alghad
Ilustrasi Pelecehan Anak. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kota Bekasi mencatat, kasus pelecehan seksual hingga penghujung Desember 2019 sebanyak 24 kasus laporan, Jumat, (27/12/2019).

Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi, Rusham, mengatakan, angka itu jika dibandingkan dengan tahun 2018 cenderung menurun dimana laporan yang masuk mencapai 32 kasus.

"Data itu yang masuk ke KPAD dan kasusnya kami tangani dan kawal," kata Rusham saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, kasus pelecehan seksual yang menimpa anak cukup beragam. Kendati begitu, pelaku rata-rata orang terdekat.

"Rata-rata kasus pelecehan seksual kepada anak ini dilakukan oleh orang terdekat, entah itu orangtua, pengasuh, paman, saudara sepupu," ujarnya.

Adapun langkah penanganan yang dilakukan KPAD Kota Bekasi tentunya perlindungan kepada korban dengan cara terapi trauma berupa bimbingan pskilogis dan semacamnya.

Selain itu, pendampingan dalam penanganan perkara hukumnya juga turut serta dalam langkah yang dilakukan KPAD Kota Bekasi.

"Trauma yang diderita korban tentu sangat berpengaruh pada mental, proses pemulihan traumanya," jelas dia.

"Tidak lepas kami juga lakukan penangan berupa penyuluhan dan sosialiasi ke masyarakat," tegasnya. (*)

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved