Cerita Deni, Keliling Cari Bantuan Untuk Beli Kursi Roda: Tidak Mau Disebut Pengemis

Mengenakan baju koko dan peci, Aden mengalungkan satu buah kotak yang bertuliskan "Mohon Bantuan Untuk Pembelian Kursi Roda".

Cerita Deni, Keliling Cari Bantuan Untuk Beli Kursi Roda: Tidak Mau Disebut Pengemis
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Deni, cari sumbangan dari Bogor ke Jakarta dan enggan disebut pengemis, Minggu (29/12/2019) 

"Saat ini sudah ada Rp 615 ribu. Tapi hari ini belum dihitung dapat berapa," sambungnya.

Melihat kondisinya yang tak menawarkan jasa apapun, Aden membantah dengan tegas jika ada masyarakat yang menyebutnya sebagai pengemis.

Menurutnya, ia berkeliling bukan dari rumah ke rumah. Melainkan berjalan biasa tanpa arah sambil mengalungkan kotak untuk tempat donasi.

"Saya bukan ngemis. Orang memang berhak mengatakan apa saja. Tapi yang jelas saya bukan pengemis. Kalau saya mau ngemis dari dulu aja. Sebab saya duduk di pinggir jalan aja juga dikasih uang. Saya begini cuma ingin membeli kursi roda," ungkapnya.

Berprofesi sebagai pedagang

Dibalik bantahannya, Aden mengatakan selama ini memiliki pekerjaan.

Sedari bujangan, ia menuturkan sudah menjadi seorang pedagang.

Apapun ia jual, seperti koran hingga garang asam. Selain itu, ia juga pernah menjadi tukang semir sepatu keliling.

"Saya punya kerjaan. Apa aja saya lakuin. Apalagi sekarang punya 2 anak yang satu mondok di pesantren, satunya masih kelas 1 SD. Cuma saya jualannya tiap ada majelis aja di Tebet. Sebab jualan saya saat ini adalah garang asam," jelasnya.

Aden menceritakan garang asam yang dijualnya ia hargai Rp 22 ribu dengan keuntungan Rp 5 ribu perbungkusnya.

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved