Sisi Lain Metropolitan

Kisah Pedagang Asongan di Pasar Rebo, Pembuluh Darah Retak Sempat Ikut Buat Air Mancur Istana Negara

Rustam (56), pedagang asongan di Pasar Rebo, Jakarta Timur sempat buat air mancur di Istana Negara.

Kisah Pedagang Asongan di Pasar Rebo, Pembuluh Darah Retak Sempat Ikut Buat Air Mancur Istana Negara
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Rustam, pedagang asongan di FO Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (31/12/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR REBO - Rustam (56), pedagang asongan di Pasar Rebo, Jakarta Timur sempat buat air mancur di Istana Negara.

Memutuskan merantau ke Ibu Kota dari Purbalingga, Jawa Tengah di tahun 1980-an, rupanya menjadu keputusan yang tepat bagi Rustam.

Di awal kedatangannya, ia segera diterima bekerja sebagai petugaa kebersihan di Sekertariat Jendral Kementerian Keuangan Republik Indonesia (RI).

Dua tahun bertahan di sana, akhirnya ia memutuskan kembali lagi ke Purbalingga sebelum kembali tertarik ke Jakarta.

Tepat di tahun 1985 lalu, Rustam menjadi kuli bangunan dengan penghasilan yang tak pernah menentu.

Tanpa menyerah dan terus bersabar, akhirnya ia diterima bekerja di salah satu perusahaan sebagai kuli proyek.

Tanpa diduga, sekitar tahun 1987-an, ia bersama puluhan orang lainnya diminta untuk merapikan Istana Negara.

"Iya saat itu saya diminta untuk merapikan Istana Negara. Jadi mulai dari pengecatan sampai pembuatan air mancur," katanya di Jakarta Timur, Selasa (31/12/2019).

Puluhan tahun bekerja, merapikan Istana Negara ialah hal yang sangat dikenangnya.

Halaman
1234
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved