Awal Tahun 2020 Jakarta Dikepung Banjir

Banjir Jakarta, Bayi 4 Bulan yang Ibunya Tewas Kesetrum di Koja Hampir Jatuh ke Genangan Air

Jumlah korban meninggal dunia akibat Banjir Jakarta bertamah, seorang wanita di Koja Jakarta Utara tewas kesetrum saat rumahnya tergenang air.

Penulis: Suharno | Editor: Suharno
ISTIMEWA
Seorang wanita bernama Nurjanah (37) tewas tersengat listrik di dalam rumahnya, Jalan Mindi, RT 03/RW 07, Lagoa, Koja, Jakarta Utara, Rabu (1/1/2020). 

Sebabnya, Basuki bersama jajarannya telah menelusuri Sungai Ciliwung memiliki dimensi panjang 33 kilometer.

Namun, kata Basuki, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya melakukan normalisasi 16 kilometer di sungai Ciliwung.

"Mohon maaf bapak gubernur, selama penyusuran kali Ciliwung, ternyata sepanjang 33 kilometer itu yang sudah ditangani dinormalisasi 16 kilometer," ucap Basuki, saat konferensi pers di area Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Rabu (1/1/2020).

Basuki berbicara ini tepat di samping Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ekspresi wajah Anies pun tampak lisut mendengar kalimat Basuki.

"Di 16 kilometer itu kami lihat insyaAllah aman dari luapan. Tapi yang belum dinormalisasi, tergenang," tambah Basuki.

"Termasuk di kali Pesanggarahan juga dengan sodetan kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur, beliau mengambil langkah-langkah untuk pembebasan lahannya karena 1,2 kilometer, 600 meter sudah kami kerjakan," sambung Basuki.

Karena itu, menurut Basuki, pembebasan lahan tersebut tinggal menunggu kesepakatan warga setempat.

"Menurut beliau (Anies), masyarakat sudah diskusi dan insyaAllah masyarakat bisa menerima itu, mudah-mudahan bisa kami tangani," ujar Basuki.

Lebih lanjut, Basuki menjelaskan kendala normalisasi Sungai Ciliwung pasti ada.

Mulai dari dimensi sungai Ciliwung-nya yang kurang lebar hingga berdekatan dengan pemukiman warga.

"Kalau lihat sekarang itu rumah bukan bantaran, tapi di palung sungai. Ini bukan hal yang mudah," kata Basuki.

Kendati begitu, Basuki meyakini mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini dapat persuasif terhadap warga bantaran Sungai Ciliwung.

"Ini keahlian beliau (Anies) untuk persuasif. Tanpa itu, pasti akan menghadapi kejadian berulang seperti ini," ucap Anies.

"Nah, ini harus diskusikan dengan gubernur untuk diskusikan membuat program itu. Kesiapan kami, pompa-pompa yang dioperasikan oleh DKI sudah disiapkan dan pompa-pompa mobile juga sudah," sambungnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved