Banjir di Tangerang

Persiapan Pemkot Tangerang Selama Bencana Banjir, 200 Personel BPBD & 22 Puskesmas Buka Seharian

Pemerintah Kota Tangerang melalui sejumlah OPD sudah mulai menangani musibah tahunan tersebut.

TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Banjir di Jalan Raya KH. Hasyim Ashari yang memutuskan akses Tangerang dan Jakarta sejak Rabu (1/1/2020) pagi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Hujan lebat yang mengguyur Kota Tangerang sepanjang malam berdampak banjir dahsyat sejumlah titik di Kota Tangerang.

Pemerintah Kota Tangerang melalui sejumlah OPD sudah mulai menangani musibah tahunan tersebut.

Mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, PUPR hingga Dinas Sosial (Dinsos) dan sejumlah OPD lainnya langsung terjun ke lapangan, membantu masyarakat.

Irman Pujahendra, selaku Kepala BPBD Kota Tangerang mengatakan telah menerjunkan setidaknya 200 personel dan 16 perahu aluminium juga faiber.

"Semua bantuan diturunkan secara merata dan didahulukan anak-anak dan wanita. Sementara itu, BPBD lebih fokus pada evakuasi masyarakat dan membantu masyarakat jalur air yang tersumbat di pemukiman warga," kata Irman saat dikonfirmasi, Rabu (1/1/2020).

Sementara itu, Dinkes telah menyiagakan 22 Puskesmas yang beroperasi 24 jam.

Diketahui, sejak Natal Dinas Kesehatan Kota Tangerang telah mempersiapkan personel dan pelrengkapan tanggap banjir.

Sehingga, dalam situasi banjir di sejumlah titik Kota Tangerang Dinkes tidak gagap penanganan.

"Obat-obatan, alat medis, satu Puskesmas sekitar 10 petugas sudah bertugas. 22 Puskesmas dari 36 Puskesmas telah membuka posko bantuan dan kesehatan. Dokter dan bidan pun sudah sigap dalam penanganan ibu hamil atau melahirkan," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi.

Diketahui, tak sekadar posko, Dinas Kesehatan Kota Tangerang juga sudah menurunkan seluruh ambulan untuk membantu BPBD dalam proses evakuasi.

"Semua masyarakat dapat menggunakan semua Puskesmas, semua alat dan obat tersedia. Terlebih oksigen dan bahan habis pakai, Dinkes dan ratusan petugasnya siap 24 jam menangani masyarakat," kata Liza.

Dari data yang didapatkan, Dinas Sosial Kota Tangerang juga tengah mendistribusikan 1300 nasi bungkus, 200 kilogram beras, 200 dus mi instan, dan 200 liter minyak goreng.

Lalu ada 200 sarden, 200 kecap, 22 selimut, 37 pembalut, serta 48 diapers.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved