Awal Tahun 2020 Jakarta Dikepung Banjir

Rumahnya di Kelapa Gading Terendam Banjir, Tina Toon: Harus Evaluasi Besar Tahun 2020

Tina mengaku sudah berkordinasi dengan SKPD terkait mengenai langkah penanganan di wilayah terdampak tersebut.

TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Tina Toon, anggota DPRD DKI terpilih periode 2019-2024 saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (23/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Agustina Hermanto atau yang dikenal dengan nama Tina Toon ikut terdampak banjir yang terjadi di wilayah Jakarta pagi ini.

Politisi PDIP yang juga merupakan mantan penyanyi cilik ini mengatakan bahwa dirinya yang tengah berada di kediaman sang nenek yang berada di wilayah Kelapa Gading Jakarta Utara ikut merasakan dampak dari banjir yang terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Jakarta.

"Banjir di Kelapa Gading kena juga. Jadi di wilayah rumah ku yang lama itu memang parah. Jadi yang aku update di Insta story itu, dulu aku minta pindah ke apartemen karena disitu memang banjir. Terus sekarang aku kejebak di rumah Oma ku, Kelapa Gading juga. Cuma memang dalam gak banjir, tapi di luar aksesnya sepinggul. Ada yang sedengkul juga, banjirnya lumayan parah sih," kata Tina Toon saat dikonfirmasi, Rabu (1/1/2020).

Tina mengaku sudah berkordinasi dengan SKPD terkait mengenai langkah penanganan di wilayah terdampak tersebut.

Menurut Tina, Pemprov DKI Jakarta sejauh ini tengah turun ke lapangan untuk menangani banjir tersebut.

Kendati begitu, ia menilai bahwa banjir yang terjadi saat ini merupakan evaluasi besar-besaran yang harus dilakukan seluruh pihak dalam menghadapi tahun baru 2020 ini.

Adapun sejumlah upaya telah dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan penanganan terhadap korban-korban terdampak.

"Posko siaga sudah siap, dapur umum dan lain-lain. Tapi ini untuk kita arahkan dulu kepada yang urgent. Makanya aku juga tadinya mau turun (lapangan). Cuma tadi ada beberapa.. kan kita harusnya pakai perahu karet dan juga apa truk-truk damkar gitu, cuma kita arahkan ke lansia-lansia dulu. Yang memang membutuhkan. Terus yang mati listrik, yang pada sakit, yang memang urgent, Jadi kita arahkan ke mereka dulu," kata Tina.

"Ini sih PR bersama. Ini belum banjir kiriman loh, tapi sudah cukup terdampak buruk terhadap warga Jakarta. Jadi yang pasti ada beberapa faktor. Lalu pompa-pompa harus di evaluasi lagi, karena pompa itu sebetulnya harusnya bisa jalan untuk menyerap air. Jadi memang ini evaluasi besar-besaran untuk 2020," katanya.

Halaman
12
Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved