Breaking News:

Awal Tahun 2020 Jakarta Dikepung Banjir

Warga Kebon Pala Keluhkan Lama Proses Evakuasi dan Minta Perahu Karet ke Anies Baswedan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi kawasan Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu yang terdampak banjir luapan Sungai Ciliwung.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Syarif saat menyampaikan keluhan dan permintaan perahu karet ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi kawasan Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu yang terdampak banjir luapan Sungai Ciliwung.

Anies yang menghentikan langkahnya depan pintu belakang Pasar Mester, Jatinegara yang belum terjamah banjir langsung diampiri satu warga bernama Syarif.

Kepada Anies, dia menyampaikan keluhan karena evakuasi warga yang direncanakan sejak pukul 18.00 WIB urung terlaksana hingga 20.06 WIB.

"Pak ini saya evakuasi warga tapi enggak bisa karena listrik belum mati. Sampaikan sekarang listrik masih menyala, takutnya kesetrum," kata Syarif di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020).

Tak hanya masalah evakuasi yang terhambat, warga RW 03 Kelurahan Kampung Melayu itu juga meminta bantuan perahu karet.

Pasalnya meski termasuk kawasan langganan banjir, warga tak memiliki perahu karet sendiri sehingga harus menanti bantuan petugas.

"Sama ini pak, kalau bisa kita dikasih bantuan perahu karet untuk evakuasi warga. Jadi kita bisa lebih cepat evakuasi warga," ujarnya.

Menanggapi keluhan Syarif, Anies langsung memanggil Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan meminta masalah segera diselesaikan.

Tak sampai hitungan 5 menit, listrik di wilayah RW 03 Kelurahan Kampung Melayu pun padam seiring Syarif pergi meninggalkan Anies.

"Sudah ya pak, saya mau evakuasi warga yang kebanjiran dulu," tutur Syarif sembari berlalu meninggalkan Anies yang masih bertahan.

Syarif menuturkan warga RW 03 Kelurahan Kampung Melayu dulunya memiliki perahu karet yang diberikan petugas gabungan.

Namun perahu karet tersebut sudah rusak sejak dua tahun lalu lantaran setiap musim hujan selalu digunakan mengevakuasi warga.

"Sudah kemana tahu perahunya, sudah rusak. Padahal di sini ada dua RW yang kebanjiran, kalau lagi tinggi airnya bisa sampai tiga meter," lanjut Syarif.

Penulis: Bima Putra
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved