Breaking News:

Banjir di Tangerang

Ada Rezeki di Balik Musibah Banjir di Tangerang, Begini Kisah Kuli Transportasi Angkut Sepeda Motor

Gerobak tersebut berfungsi sebagai pengangkut kendaraan roda dua untuk dapat menyeberangi banjir dari arah Ciledug 1 sampai Ciledug 2.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Banjir di Tangerang yang menjadi sebuah mata pencarian mendadak bagi para kuli transportasi motor di Ciledug Indah 1 dan 2, Kamis (2/1/2020). 

Faizal pun sudah biasa tidak menerima uang sepersen pun dan dibayar dengan senyuman.

"Tapi biasanya dikasih makan atau minum sampai di sana. Prinsipnya gotong royong saja. Lagi pula daripada enggak ada penghasilan sama sekali," tutur Faizal.

Ia mengaku dua hari bekerja sebagai kuli transportasi motor dapat menutupi kerugian karena banjir.

Bahkan, bila besok air masih menggenang ia menargetkan bisa melebihi pendapatannya selama 3 hari dibandingkan pekerjaan sebelumnya sebagai kuli bangunan.

"Ya bisa lebih lah kalau masih banjir, kan orang besok mulai masuk kerja," sambung Faizal.

Sementara Jamilah, seorang warga mengatakan ia terpaksa menggunakan gerobak kayu lantaran lamanya menunggu perahu karet.

"Karena lama menunggu perahu karet, jadi saya memilih untuk naik gerobak kayu saja, karena kalau jalan kaki, airnya cukup tinggi kurang lebih 70 sentimeter," ucap dia.

Namun nyatanya, evakuasi menggunakan gerobak kayu itu tidak gratis, melainkan warga harus membayar sebesar Rp 10 ribu.

"Bayar sih, tapi gak papa, daripada kita kejebak didalam terlalu lama," ujarnya.

Sementara, Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah pun memohon maaf atas minimnya sarana evakuasi yang diturunkan dilokasi banjir.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved