Pengakuan Pemilik 51 Paket Ganja di Depok, Residivis Hingga Jadi Pengedar Sejak Usia 13 Tahun

Dari penangkapannya, petugas berhasil mengamankan 51 paket ganja berukuran besar siap edar, dan beberapa plastik klip berisi narkotika jenis sabu.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah menunjukan barang bukti puluhan paket ganja yang berhasil diamankam dari pelaku. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Tamat sudah karir Sadan (44) sebagai sorang pengedar ganja.

Kamis (2/1/2020) kemarin dirinya dibekuk petugas Polsek Sawangan terkait kepemilikan puluhan paket narkotika jenis ganja yang ditemukan di kediamannya di kawasan Pasir Putih, Sawangan.

Dari penangkapannya, petugas berhasil mengamankan 51 paket ganja berukuran besar siap edar, dan beberapa plastik klip berisi narkotika jenis sabu.

Hasil pemeriksaan, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah mengatakan pelaku mengakui dirinya sempat di bui lantaran terjerat kasus narkotika juga.

Air Banjir Buat Puluhan Paket Ganja Berserakan di Sawangan Kota Depok, Ada Sabu Juga

"Jadi dia (pelaku) sempat masuk bui pada tahun 2013 silam, karena kasus yang sama, narkotika," kata Azis saat memimpin ungkap kasus tersebut di Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Kota Depok, Jumat (3/1/2020).

Lanjut Azis, setelah didalami ternyata pelaku mengakui dirinya sudah terjun ke dunia hitam dan berkenalan dengan barang haram tersebut sejak usia 13 tahun.

"Dari umur 13 tahun, pelaku ini sudah mengedarkan ganja. Hingga akhirnya tertangkap tahun 2013, dan setelah keluar dia malah kembali menjadi pengedar," tambahnya.

Diwartakan sebelumnya, pelaku mengaku dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas).

"Hasil pemeriksaan pelaku, dia memperoleh barang tersebut dari Sumatera dan ordernya didapatkan oleh salah satu narapidana yang ada di dalam Lapas," bebernya.

Terakhir, Azis mengatakan akibat perbuatannya pelaku terancam dijerat Pasal 114 Ayat 5 Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

"Pasal yang kami kenakan Pasal 114 Undang-Undang Narkotikan, ancaman kurungan penjara seumur hidup," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved