Awal Tahun 2020 Jakarta Dikepung Banjir

Pengungsi Korban Banjir di Halte Transjakarta Jembatan Baru Butuhkan Toilet Portable

Mereka tidur di dalam halte beralaskan tikar atau pun terpal. Beberapa pakaian mereka dijemur di besi-besi pegangan halte.

Pengungsi Korban Banjir di Halte Transjakarta Jembatan Baru Butuhkan Toilet Portable
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Puluhan warga Rawa Buaya masih mengungsi di Halte TransJakarta Jembatan Baru, Cengkareng, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG - Di hari ketiga banjir, puluhan korban banjir warga Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat masih mengungsi di Halte Transjakarta Jembatan Baru, Cengkareng, Jakarta Barat.

Mereka tidur di dalam halte beralaskan tikar atau pun terpal. Beberapa pakaian mereka dijemur di besi-besi pegangan halte.

Para pengungsi di tempat ini mengaku membutuhkan toilet umum.

Puluhan warga Rawa Buaya masih mengungsi di Halte TransJakarta Jembatan Baru, Cengkareng, Jakarta Barat.
Puluhan warga Rawa Buaya masih mengungsi di Halte TransJakarta Jembatan Baru, Cengkareng, Jakarta Barat. (TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA)

"Kalau makanan alhamdulilah sudah banyak yang ngasih, tapi kalau toilet itu yang belum ada, jadi susah kalau mau buang air, apalagi yang lansia," kata Sunarti (70) warga RT 08 RW 01 Rawa Buaya yang mengungsi di Halte Jembatan Baru bersama suami dan anaknya, Jumat (3/1/2020).

Hal senada disampaikan Ruri (35), warga RT 08 RW 01 Rawa Buaya yang juga mengungsi di Halte Jembatan Baru.

Selama mengungsi di Halte, Ruri harus berjalan kaki ke Pasar Cengkareng apabila ingin buang air.

"Kalau saya kencingnya di Pasar Cengkareng. Tapi kalau yang lain ada yang pada buang air di banjiran, tapi kan sekarang sudah surut nih banjirnya makanya pada bingung," kata Ruri.

Petugas keamanan Halte TransJakarta, Edwart mengatakan, memang tak ada toilet di Halte Jembatan Baru.

"Emang, enggak ada toiletnya disini. Karyawan kalau mau buang air ya musti numpang ke minimarket, cuma di halte besar aja yang ada toiletnya," kata Edwart.

Saat ini, Halte TransJakarta Jembatan Baru masih belum bisa dibuka untuk umum.

Edwart belum mendapatkan informasi sampai kapan halte tersebut akan digunakan untuk lokasi pengungsian.

"Sementara ini TransJakarta yang dari Kalideres itu belok di Cengkareng dan masuk tol keluar di Grogol karena kan di Daan Mogot juga masih ada yang keputus jalannya," ujarnya.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved