Imigrasi Bebaskan Denda Paspor Rusak atau Paspor Hilang Karena Bencana Banjir

Direktorat Jenderal Imigrasi membebaskan denda bagi korban banjir di Jabodetabek yang mengalami paspor rusak atau paspor hilang.

Imigrasi Bebaskan Denda Paspor Rusak atau Paspor Hilang Karena Bencana Banjir
ISTIMEWA/DITJEN IMIGRASI
Petugas Kantor Imigrasi menyerahkan paspor kepada warga. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Direktorat Jenderal Imigrasi memberikan keringanan bagi korban banjir di Jabodetabek untuk mengurus paspornya yang hilang atau rusak.

Melalui surat edaran, Direktur Jenderal Imigrasi membebaskan denda bagi warga yang alami paspor rusak atau paspor hilang karena terendam air banjir.

Kasubbag Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernando mengatakan warga yang paspornya rusak atau hilang karena musibah banjir segera melapor ke Kantor Imigrasi.

"Para pemegang paspor yang mengalami musibah banjir bisa melaporkannya melalui Kantor Imigrasi penerbit paspor dengan melampirkan surat keterangan terjadinya bencana banjir dari Kantor Kelurahan sesuai domisili," ujar Sam Fernando dalam rilisinya, Senin (6/1/2019).

Jacksen F Tiago Tetap Bertahan di Persipura Jayapura, Persija Jakarta Segera Umumkan Pelatih Barunya

Selanjutnya pemegang paspor akan menjalani proses pemeriksaan mendalam dengan Berita Acara Pemeriksaan oleh petugas.

Kebijakan terbaru ini, sambung Sam, menjadi wujud simpati Ditjen Imigrasi dalam merespon musibah bencana banjir yang dialami warga masyarakat di beberapa lokasi di Indonesia.

Hal ini karena banyak warga yang mengeluhkan kehilangan atau kerusakan paspor karena basah oleh air atau lumpur yang dibawa banjir.

Dengan aturan ini, para pemegang paspor yang seharusnya terkena biaya beban (denda) karena kerusakan paspor sebesar Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah) dan kehilangan paspor sebesar Rp.1.000.000 (satu juta rupiah).

Untuk biaya penggantian paspor, Sam Fernando mengatakan tidak berbeda dengan proses pembuatan paspor.

"Biaya normal sebesar Rp.350.000 (tiga ratus lima puluh ribu rupiah) untuk paspor biasa 48 halaman dan Rp.650.000 (enam ratus lima puluh ribu rupiah) untuk paspor elektronik 48 halaman," tandasnya.

Penulis: Suharno
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved