Breaking News:

Gedung 4 Lantai Ambruk

RSUD Tarakan Belum Pastikan Penanggung Biaya Dua Korban Gedung Ambruk di Jakarta Barat

Kepala Bidang Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, Opy Dyah Paramita, mengatakan biaya keduanya belum diketahui.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Bangunan empat lantai ambruk sekira Pukul 09.20 WIB. Posisinya tak jauh dari turunan Flyover Slipi arah ke Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Dua korban ambruknya gedung di kawasan Jakarta Barat kini masih ditangani tim dokter Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, Jakarta Pusat, pukul 14.00 WIB, Senin (6/1/2020).

Dua korban tersebut berinisial F (26 tahun) dan I (37 tahun).

Kepala Bidang Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan, Opy Dyah Paramita, mengatakan biaya keduanya belum diketahui.

"Kami menunggu pimpinan rumah sakit, apakah ini akan di-cover BPJS atau Pemprov DKI," ucapnya, di RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2029).

Namun yang lebih penting, sambungnya, tim dokter RSUD Tarakan tetap fokus menangani F dan I.

"Saat ini yang utama buat kami adalah penanganan terhadap korban gawat darurat ini," ujar Opy, sapaannya.

Lebih lanjut, Opy pun menjelaskan kondisi kedua korban saat ini.

"Kalau untuk F didapatkan luka memar dan luka jahit sebanyak tiga jahitan pada bagian lengan," jelas Opy, sapaannya.

Sementara I, sambungnya, mengalami luka fraktur atau keretakan pada tulang lengan kanan.

"I didapatkan adanya fraktur di lengan kanan dan dislokasi bahu," ucap Opy.

Kini, kedua korban masih melakukan penanganan intensif di ruang IGD.

"Penanganan saat ini sedang ditangani oleh dokter IGD kami," ujar Opy.

"Sudah dilakukan tindakan infus, pereda nyeri, dan dilakukan pemeriksaan penunjang seperti foto rontgen, dan lain-lain," lanjutnya.

Rencananya, dua korban tersebut akan menjalani rawat inap.

"Rencana dua-duanya akan masuk ruang rawat inap," ucap Opy.

Kendati begitu, Opy belum dapat memastikan berapa lama mereka akan dirawat inap.

"Nanti kami akan lihat dari kondisi pasiennya juga. Nanti dilihat perkembangannya," ucap Opy.

Lebih lanjut, dia mengatakan kesadaran F dan I masih sadar.

"Kesadaran dua-duanya sadar. Saat ini masih penanganan dokter IGD kami. Namun, tata laksana gawat daruratnya tetap dilanjutkan," ucap Opy.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved