Banjir di Tangerang

Sekolahnya Terendam 2,5 Meter, Siswa SDN Periuk Jaya Permai Berjibaku Bersihkan Lumpur Sisa Banjir

Belajar dihentikan sementara lantaran gedung sekolah masih dikepung lumpur dan sampah pascabanjir.

Sekolahnya Terendam 2,5 Meter, Siswa SDN Periuk Jaya Permai Berjibaku Bersihkan Lumpur Sisa Banjir
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Siswa dan guru di SDN Periuk Jaya Permai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang yang berjibaku membersihkan lumpur dan sampah pascabanjir yang menenggelamkan sekolah mereka, Senin (6/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) di beberapa sekolah di Kota Tangerang.

Belajar dihentikan sementara lantaran gedung sekolah masih dikepung lumpur dan sampah pascabanjir.

Seperti yang terpantau di SDN Periuk Jaya Permai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang yang tidak ada kegiatan belajar.

Lantaran, semua unsur dari guru, siswa, orang tua murid, sampai petugas keamanan berjibaku membersihkan sampah bekas banjir, Senin (6/1/2020).

Siswa dan guru di SDN Periuk Jaya Permai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang yang berjibaku membersihkan lumpur dan sampah pascabanjir yang menenggelamkan sekolah mereka, Senin (6/1/2020).
Siswa dan guru di SDN Periuk Jaya Permai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang yang berjibaku membersihkan lumpur dan sampah pascabanjir yang menenggelamkan sekolah mereka, Senin (6/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)

Tampak bangku sekolah, papan tulis, meja, dokumen, buku-buku pelajaran serta peralatan mengajar yang terkena banjir dikeluarkan untuk dibersihkan, bahkan ada yang dijemur untuk dikeringkan.

Kepala SDN Periuk Jaya Permai, Een Hasanah mengatakan, saat banjir sekolah yang dipimpinnya terendam hingga 2,5 meter lantaran bergesekan langsung dengan tanggul Kali Sabi.

"Karena hari ini kami gotong-royong membersihkan sisa banjir. Jadi tidak belajar seperti biasa, kami punya kebijakan kelas 1, 2, 3 dan 4 di rumah. Jadi yang gotong-royong ini kelas 5 dan 6," kata Een di lokasi.

Een menjelaskan, sekolah yang memiliki 21 ruang dengan 486 siswa ini, saat banjir merendam lima ruang kelas kelas, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), ruang guru, ruang Kepala Sekolah, ruang adiwiyata, kantin dan dapur.

Ia juga menyebutkan, saat ini pihaknya tengah mendata barang-barang yang rusak akibat banjir untuk dilaporkan pada pemerintah pusat dan daerah.

Siswa dan guru di SDN Periuk Jaya Permai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang yang berjibaku membersihkan lumpur dan sampah pascabanjir yang menenggelamkan sekolah mereka, Senin (6/1/2020).
Siswa dan guru di SDN Periuk Jaya Permai, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang yang berjibaku membersihkan lumpur dan sampah pascabanjir yang menenggelamkan sekolah mereka, Senin (6/1/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA)
Halaman
12
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved