Banjir di Tangerang Selatan

5.000 Pakaian Wanita dan 2.000 Kerudung Turut Terendam Banjir di Kompleks Perumahan Pondok Maharta

Rendi (19), sang pemilik, mengatakan, pakaian dan kerudung tersebut merupakan pasokan untuk dijual ke pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

5.000 Pakaian Wanita dan 2.000 Kerudung Turut Terendam Banjir di Kompleks Perumahan Pondok Maharta
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
Ribuan gamis dan kerudung dijemur di Kompleks Perumahan Pondok Maharta, Jalan Maharta X, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (7/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Sebanyak 5.000 pakaian wanita dan 2.000 kerudung ikut terendam banjir awal tahun di Kompleks Perumahan Pondok Maharta, Jalan Maharta X, Pondok Kacang Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel).

Rendi (19), sang pemilik, mengatakan, pakaian dan kerudung tersebut merupakan pasokan untuk dijual ke pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

"Ini ada 5.000 gamis. Yang di bawah itu kerudung, ada 2.000 lembar. Biasa dijual ke Tanah Abang, jadi orang beli lagi dari Tanah Abang. Ibaratnya saya tangan pertama," ujar Rendi sambil menjemur gamis tersebut, Selasa (7/1/2020).

Usaha konveksi partai besar itu merupakan usaha kakeknya yang kini diteruskan Rendi.

Rendi mengatakan, saat banjir melanda pada Rabu (1/1/2020), ribuan pieces pakaian jenis gamis dan aneka kerudung itu sedang berada di gudang.

Ia sudah mengantisipasi banjir dengan meletakkannya di tempat tinggi, namun ketinggian air di luar dugaan.

Usai Bacok Korbannya hingga Tewas, 3 Pelaku Pengeroyokan di Mampang Melarikan Diri ke Karawang

Sampah Imbas Banjir di Kampung Pulo Melonjak 5 Kali Lipat Dibanding 2 Tahun Sebelumnya

"Ternyata airnya tinggi. Di dalam rumah itu sepinggang, kalau di luar sudah segini," ujarnya sambil menunjuk dada menunjukkan ketinggian air.

Rendi bersama pegawainya mencuci ribuan pakaian dan kerudung itu agar bisa dijual.

"Waktu kerendem kan semuanya sudah diplastikan, jadi enggak noda, cuma basah saja. Saya cuci dikucek," ujarnya.

Selepas dicuci, ribuan pakaian dan kerudung itu dijemur di depan rumah yang dijadikan gudang itu.

Karena cuaca yang masih sering turun hujan, Rendi sampai membuat jemuran berupa tenda dengan atap plastik agar sinar matahari bisa masuk.

"Ini ya biar mataharinya masuk, habisnya masih hujan terus," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved