Breaking News:

Pusat Perbelanjaan di Jakarta yang Tidak Gunakan Kantong Plastik Bakal Diberi Keringanan Pajak

Pemprov DKI Jakarta ringankan pajak kepada pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat yang tak pakai kantong plastik

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Ilustrasi kantong plastik 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI Jakarta bakal memberikan insentif fiskal daerah bagi pelaku usaha di pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat yang telah melaksanakan kewajiban dan prosedur sosialisasi penggunaan kantong plastik.

Hal ini diatur dalam Pasal 20 Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 142 tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan Pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan, dan Pasar Rakyat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, kantong belanja ramah lingkungan itu nantinya wajib disediakan oleh seluruh pelaku usaha.

"Semuanya, pihak sana (pelaku usaha) wajib menyediakan (kantong belanja ramah lingkungan)," ucapnya, Selasa (7/1/2020).

Sesuai dengan Pasal 20 ayat (2) Pergub No 142/2019, insentif yang diberikan berupa pengurangan dan/atau keringanan pajak daerah bagi setiap pelaku usaha.

Untuk mendapatkan insentif tersebut, para pelaku usaha pun harus terlebih dahulu mengajukan surat permohonan kepada Gubernur DKI Jakarta.

Meski demikian, ia menyebut, kantong belanja ramah lingkungan itu tidak diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat.

Masyarakat harus membelinya dan pelaku usaha wajib menyediakannya, serta menjualnya dengan harga terjangkau.

"Sebenarnya ada substitusinya karena yanh dilarang kan kantong belanja plastik sekali pakai. Itu yang dibatasi dan dilarang, alternatifnya pakai kantong belanja ramah lingkungan," ujarnya saat dikonfirmasi.

Halaman
12
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved