Cerita Tarjono Usai Jadi Korban Hipnotis: Motor, Dompet, HP Raib Hingga Dibuat Linglung Pelaku

Masih dalam pengaruh hipnotis, Tarjono berjalan tanpa arah dan tak mengetahui dimana keberadannya.

National Geographic Indonesia
Ilustrasi Hipnotis. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Dibuat pusing dengan mengitari jalan yang sama, Tarjono (24) dihipnotis oleh dua orang tak dikenal di kawasan Bambu Apus, Jakarta Timur.

Kurang dari satu tahun, Tarjono baru saja tiba di Jakarta atas saran keluarganya.

Pria asal Indramayu, Jawa Barat ini merantau sekira 8 bulan lalu.

Tak memiliki pekerjaan sewaktu di kampung membuat Tarjono tinggal bersama pamannya di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Selanjutnya, sejak dua bulan terakhir dirinya mendaftar sebagai ojek online.

"Baru dua bulan daftar ojol. Tadinya pengangguran," katanya kepada TribunJakarta.com, Rabu (8/1/2020).

Selama menjadi ojol, Tarjono mengatakan biaya kredit motornya dibantu oleh sang adik.

"DP awalnya dibayarin adik saya. Kreditnya saya yang bayar. Pas di Jakarta sudah ada motornya," sambungnya.

Menjalani hari sebagai driver ojol, Tarjono tak pernah merasakan kesulitan. Bila ia tak mengetahui jalan, ia selalu mengandalkan maps sebagai penunjuk arah.

Naas, pada Rabu (8/1/2020) sekira pukul 14.00 WIB, sepeda motor Honda Beat warna biru putih dengan plat E 5380 PBB, raib dibawa maling.

Menurut Tarjono, usai mengakhiri orderan ke-13 nya, ia berhenti sejenak di kawasan Flyover Pasar rebo, Jakarta Timur.

Namun, saat sedang berhenti ia justru didatangi oleh seorang pria bertubuh kurus dan berambut pendek.

"Setelah selesai saya istirahat dulu sebentar. Niatnya mau ke rumah teman saya aja. Tapi ketemu sama orang itu. Dia minta tolong antarkan," katanya mencoba mengingat sebelum dihipnotis.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved