Banjir di Tangerang Selatan
Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Imbau Warga Waspada Penyakit Kencing Tikus Pasca-Banjir
Leptospirosis mengakibatkan sakit perut, demam hingga nyeri otot pada gejalanya, dan akan sembuh saat imun tubuh menguat.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangerang Selatan (Tangsel), Deden Deni, mengimbau warga, utamanya korban banjir, untuk mewaspadai penyakit kencing tikus.
Deden mengatakan, kencing tikus bisa menularkan penyakit leptospirosis.
Leptospirosis mengakibatkan sakit perut, demam hingga nyeri otot pada gejalanya, dan akan sembuh saat imun tubuh menguat.
"Pasca bencana, pasca banjir terutama kan yang lebih kompleks masalahnya, terutama penyakit-penyakit yang ngikutin pasca bencana kaya penyakit kulit, terus juga leptospirosis yang disebabkan kencing tikus," ujar Deden saat dihubungi TribunJakarta.com, Selasa (7/1/2020).
Selain itu, Deden juga mengimbau warga untuk mewaspadai penyakit yang biasa mengikuti pasca-banjir, seperti diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
"Jadi warga, ya kita edukasi warga supaya tingkatkan lagi, waspada penyakit yang ngikutin pasca banjir, salah satunya tadi leptospirosis, diare sama ISPA," ujarnya.
Agar terhindar dari leptospirosis dan penyakit lainnya, warga diminta untuk membersihkan rumahnya setelah terrendam banjir menggunakan cairan pembunuh kuman.
"Iya harus bersih-bersih rumah juga, khawatir jadi sarang tikus, terkontaminasi, bisa menginfeksi luka," ujarnya.
Seperti diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, sebanyak 1.475 korban banjir terserang berbagai penyakit di Tangsel.
Namun pengobatan dan penindakan medis dilakukan di posko titik banjir, tidak ada yang sampai rawat inap.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/banjir-di-bilangan-jalan-talas-iv.jpg)