Persija Jakarta

Menolak Jadi Asisten Shin Tae-yong, Akankah Fakhri Husaini ke Persija Jakarta? Ini Harapan Jakmania

Mantan pelatih kepala Timnas U-19 Indonesia, Fakhri Husaini untuk menjadi asisten pelatih Shin Tae-yong. Akankah ke Persija Jakarta?

Penulis: Suharno | Editor: Erik Sinaga
SUCI RAHAYU/BOLASPORT.COM
Pelatih timnas U-16 Indonesia, Fakhri Husaini, pada laga semifinal Piala AFF U-16 2018 antara timnas U-16 Indonesia melawan Malaysia di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (09/08/2018) malam 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan pelatih kepala Timnas U-19 Indonesia, Fakhri Husaini menolak jabatan untuk menjadi asisten pelatih Shin Tae-yong.

Seperti diketahui, PSSI resmimenunjuk sosok Shin Tae-yong sebagai pelatih kepala dan mengarsiteki beberapa kelompok umur Timnas Indonesia.

PSSI sempat memberikan penawaran kepada Fakhri Husaini mengisi salah satu pendamping pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut.

Namun, pelatih asal Lhokseumawe, Aceh tersebut hanya mendapatkan informasi penawaran tersebut dari Direktur Teknik PSSI, Danurwindo.

"Beliau informasi disuruh (Sekjen PSSI) Ratu Tisha menyampaikan bahwa kalau Luis Milla jadi pelatih tidak akan ambil tim yang di bawahnya," kata Fakhri Husaini saat dikonfirmasi awak media, Selasa (7/1/2020).

"Tapi kalau Shin Tae-yong bakal membawa asistennya U-23 sampai U-19,” sambungnya.

Berikut Nama 18 Pemain Persija Jakarta Untuk Liga 1 2020, Termasuk 3 Penggawa Baru

Rekrut Eks Bek Persib Bandung Jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Penuhi Janjinya

Manchester City Permalukan Manchester United di Old Trafford pada Semifinal Piala Liga Inggris

Akun Instagram Persija Jakarta Posting Striker Berkepala Plontos, Siapakah Dia?

Fakhri menegaskan, dirinya sangat keberatan jika hanya diberikan kepercayaan menjadi pendamping Shin Tae-yong.

Menurut Fakhri, ada pekerjaan lebih penting yang harus dilaksanakannnya dibanding hanya mengemban jabatan menjadi asisten pelatih.

“Bang Danur sampaikan saya masih jadi bagian dari Timnas U-19, tapi saya tanya sebagai apa? Kalau asisten pelatih dasarnya apa?" tanya Fakhri.

"Kalau cuma jadi asisten ngapain saya ke sana meninggalkan pekerjaan, meninggalkan keluarga," jelasnya.

Fakhri mengaku geram kepada PSSI yang hanya memberikan jabatan sebagai asisten pelatih.

Torehan prestasi yang sudah dihasilkan bersama Timnas Indonesia dianggap tidak menjamin posisinya.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Fakhri Husaini geram dengan pengurus PSSI.

“Oh iya, karena pertimbangan itu mereka anggap saya tidak layak. Bang Danur tidak bisa jawab saat ditanya kenapa saya jadi asisten pelatih," tegas Fakhri.

Lebih lanjut, Fakhri mengaku bisa saja menerima tawaran menjadi asisten pelatih. Namun, hal tersebut dianggap tidak menantang dan hanya mencari aman saja.

Fakhri mengaku sudah sering menerima tantangan dan hadangan berat terhadap pekerjaan yang diembannya.

Posisi asisten pelatih dinilai kurang menantang dan hanya berlindung dibalik pelatih kepala.

"Tapi kalau saya mau cari aman. Enak itu jadi asisten pelatih, Bebannya tidak ada. Tapi, masa saya terbiasa dengan beban yang berat itu,” jelas Fakhri.

Di sisi lain, Fakhri mengaku kecewa kepada PSSI yang hanya mengirimkan sosok Danurwindo yang menemuinya.

Sebab, dirinya tidak pernah mendapatkan undangan langsung bertemu dengan para petinggi PSSI.

“Kalau masalah kecewa, saya sih biasa aja. Yang saya kecewa itu caranya menyampaikan ini," papar Fakhri Husaini.

"Karena di sepak bola biasa terjadi, (Carlo) Ancelotti saja habis menang bersama Napoli langsung dipecat,” imbuhnya.

Persija Jakarta Disarankan Rekrut Fakhri Husaini

Melihat Fakhri Husaini menolak tawaran PSSI menjadi asisten Shin Tae-yong, mungkin saja klub-klub Liga Indonesia menginginkan jasanya.

Termasuk klub Liga 1 2020 yang belum memiliki pelatih seperti Persija Jakarta.

Seperti diketaui, saat ini Persija Jakarta memang tidak mempunyai sosok pelatih pasca tidak memperpanjang kontrak Edson Tavares.

Mantan Ketua Umum The Jakmania, Richard Acmhmad Supriyanto menyarankan kepada manajemen skuat Ibu Kota segera merekrut Fakhri Husaini sebagai pelatih di musim depan.

Sosok Fakhri Husaini dinilai sangat tepat untuk menahkodai tim Persija Jakarta di musim depan.

"Kalau saya lihat Coach Fakhri itu pelatih bagus, top markotop pokoknya," kata Richard Achmad kepada TribunJakarta, Rabu (8/1/2020).

"Visi sepak bolanya bagus, dan cocok sekali untuk Persija," sambungnya.

Pria yang kini menjabat Ketua Forum Komunikasi Suporter Indonesia (FKSI) itu menilai pelatih lokal lebih pantas mengarsiteki Persija Jakarta di musim ini.

Terlebih, sosok Fakhri merupakan pelatih yang sudah berpengalaman dan sudah terbukti banyak memebrikan prestasi membanggakan untuk Timnas Indonesia di level junior.

Persija Incar Pelatih Berdarah Brasil

Juara Liga 1 2018, Persija Jakarta tengah dikait-kaitkan dengan dua nama pelatih top dunia yakni Carlos Dunga dan Arthur Antunes Coimbra atau Zico.

Kedua nama pelatih tersebut dihubung-hubungkan akan menahkodai Persija Jakarta di musim depan lantaran sedang menganggur atau tidak melatih klub.

Kabar berita terbaru menyebutkan, dua nama kandidat tersebut menjadi yang terkuat untuk mengarsiteki Persija Jakarta di musim depan.

Carlos Dunga
Carlos Dunga (TRIBUN FILE via TribunPontianak.co)

Nama pelatih baru Persija Jakarta di musim depan dikabarkan sudah mengerucut ke dua nama pelatih yang pernah mengarsiteki Timnas Brasil tersebut.

Seperti diketahui, kedua pelatih tersebut sukses mempersembahkan gelar juara bagi skuat Selecao (julukan Timnas Brasil).

Selama menekuni profesi sebagai pelatih, Carlos Dunga berhasil menorehkan tinta emas dengan memberikan lima gelar juara kepada tim-tim yang dilatihnya.

Salah satu prestasi yang sudah ditorehkan pelatih berusia 56 tahun tersebut adalah memberikan gelar juara untuk Copa Amerika tahun 2007 untuk Timnas Brasil.

Sedangkan, prestasi Zico lebih mentereng karena berhasil menyumbangkan tujuh gelar berbeda kepada tim yang dilatihnya.

Masuknya dua nama kandidat pelatih top dunia itu tak lepas dari Persija Jakarta yang akan melantai di bursa saham atau melepas initial public offering (IPO) pada tahun ini.

Mendatangkan sosok pelatih berkualitas diyakini menjadi salah satu cara memuluskan langkah Persija Jakarta terjun di IPO.

Hingga saat ini, Manajemen skuat Ibu Kota masih bungkam dan belum mau memberikan penjelasan mengenai adanya kebenaran kabar berita tersebut.

Presiden klub Persija Jakarta, Ferry Paulus belum mau memberikan keterangan lantaran masih berada di luar negeri menikmati liburan natal dan tahun baru.

Namun, beredar kabar jika kepergian pria yang akrab disapa FP itu ke luar negeri untuk menemui sosok pelatih baru yang bersangkutan.

Patut ditunggu kejutan yang diberikan manajemen Persija Jakarta dalam menentukan sosok pelatih barunya di kompetisi musim depan.

Di sisi lain, manajemen skuat Macan Kemayoran telah mengumumkan tiga nama pemain baru untuk memperkuat tim di musim depan.

Ketiga nama rekrutan tersebut adalah Otavio Dutra, Alfath Faathier, dan Muhammas Rafli Mursalim.

Incar Pelatih Asal Brasil yang Latih Klub Jepang

Rumor terbaru menyebutkan bahwa pelatih anyar Persija Jakarta mempunyai background yang sama dengan Edson Tavares yakni pernah melatih di Jepang.

Sebelum ke Persija, Edson Tavares adalah pelatih klub J2 League, Yokohama FC, yang belum lama ini dipastikan promosi ke J1 League musim 2020.

Kabarnya, sosok yang dimaksud berasal dari Brasil atau pernah melatih di klub Jepang, baik itu J1 League atau J2 League.

Dari dua kriteria itu, figur ini mengarah kepada Angelos Postecoglou atau yang biasa disapa Ange Postecoglou.

Pelatih timnas Australia, Ange Postecoglou (tengah), memimpin latihan menjelang laga melawan timnas Jepang dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup E Zona Asia di Saitama pada 31 Agustus 2017.
Pelatih timnas Australia, Ange Postecoglou (tengah), memimpin latihan menjelang laga melawan timnas Jepang dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup E Zona Asia di Saitama pada 31 Agustus 2017. (TORU YAMANAKA/AFP)

Belum lama ini, Ange Postecoglou baru saja mengantar Yokohama F. Marinos menjadi juara J1 League musim 2019.

Kebetulan Ange Postecoglou pernah menangani Brisbane Roar, klub yang saat ini dimiliki oleh orang Indonesia, Nirwan Bakrie.

Bisa saja pelatih berdarah Yunani itu menjadi juru taktik anyar Persija, mengingat besarnya ambisi Macan Kemayoran pada musim 2020.

Beberapa pemain baru Persija seperti Otavio Dutra, Alfath Fathier, hingga Rafli Mursalim menyebut bahwa Macan Kemayoran sangat berambisi menjadi juara lagi.

Dengan alasan itu pula mereka mau menerima pinangan dari Persija dan meninggalkan klub lamanya masing-masing.

Dilansir dari BolaSport.com yang mencoba mengonfirmasi ke Rahim Soekasah yang saat ini tercatat sebagai CEO Brisbane Roar dan pernah memiliki hubungan dekat dengan Ange Postecoglou.

Rahim Soekasah mengatakan, bisa saja Ange Postecoglou bergabung ke Persija Jakarta, tetapi tidak dalam waktu dekat.

"Insya Allah kalau Pak Nirwan mau, kami akan negosiasi sama Ange," kata CEO Brisbane Roar, Rahim Soekasah.

"Tetapi dia masih diperpanjang kontraknya di Yokohama setelah membuat Yokohama juara. Menurut berita di Australia, dia masih akan tetap di sana sampai Desember 2020," ujarnya menambahkan.

"Sementara ini saya belum mengontak dia, karena saya diberitahu dia diperpanjang 1 tahun di Yokohama sampai Desember 2020," kata Rahim Seokasah lagi.

Informasi yang sama juga dikatakan salah seorang pewarta sepak bola asal Negeri Sakura.

Dia mengataka bahwa Angelos Postecoglou baru saja memperpanjang kontrak bersama klub yang diperkuat pemain timnas Thailand, Theerathon Bunmathan.

"Saya selalu fokus memberitakan tentang Yokohama F. Marinos dan tak pernah mendengar rumor itu," kata wartawan Jepang dilansir dari BolaSport.com.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved