Sosiolog Universitas Indonesia Sebut Gaya Hidup Sehat Ternyata Bisa Menular

Selain berdampak pada kesehatan mental, lingkungan rupanya juga bisa memberikan pengaruh terhadap gaya hidup seseorang.

Sosiolog Universitas Indonesia Sebut Gaya Hidup Sehat Ternyata Bisa Menular
TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA
Sosiolog dari Universitas Indonesia Roby Muhamad mengatakan bahwa prilaku hidup sehat bisa menular. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Lingkungan nyatanya memiliki pengaruh yang cukup penting bagi kehidupan seseorang.

Selain berdampak pada kesehatan mental, lingkungan rupanya juga bisa memberikan pengaruh terhadap gaya hidup seseorang.

Hal ini diungkapkan oleh seorang sosiolog dari Universitas Indonesia Roby Muhamad.

"Sekitar 2007, 2008 ada beberapa riset yang cukup mengemparkan di dunia ilmu sosial khususnya sosiologi dari Harvard university, yang memanfaatkan data kesehatan fisik maupun kesehatan mental, dan memperlihatkan bahwa perilaku, atau sikap kesehatan mental seperti happiness, lonelyness, dan kesehatan fisik seperti obesitas, dan keputusan untuk merokok ataupun berhenti merokok, itu ternyata menular," kata Roby, Selasa (7/1/2020).

Pada contoh kasus, ia menyebutkan bahwa perilaku pola hidup seseorang yang sehat, bisa menular kepada orang lain lewat lingkungan.

Jika pola hidup tersebut adalah pola hidup yang baik, maka orang tersebut juga akan memiliki gaya hidup yang baik seiring dengan ajakan yang terus menerus diterimanya dari orang-orang di sekitar.

Namun sebaliknya, jika lingkungan berperilaku buruk, maka ada kecenderungan bahwa seseorang lainnya juga akan mengikuti gaya hidup buruk tersebut.

"Ada tentang prilaku sehat, dalam arti berolahraga secara teratur, dan juga mengkonsumsi makanan sehat, itu sudah ada eksperimennya. Bahwa bisa menular dalam arti ajakan untuk berprilaku sehat, baik olahraga, ataupun konsumsi makanan," ungkap dia.

"Pola hidup sehat bisa menular jika si orang tersebut terekspose oleh ajakan secara berulang kali dari orang yang berbeda-beda," tuturnya.

Di samping itu, ia menuturkan bahwa peranan komunitas juga cukup efektif dalam membawa pengaruh yang positif dalam penerapan gaya hidup sehat.

Merujuk pada riset dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) beberapa waktu lalu yang dikutip oleh Roby, disebutkan bahwa komunitas berperan sebagai pemantik semangat dalam pengadopsian gaya hidup dan perilaku sehat di tengah masyarakat.

"Akan sangat sulit menerapkan pola hidup sehat apabila kita berada di lingkungan yang tidak sehat. Karenanya, komitmen yang dilakukan bersama melalui komunitas, menjadi cara efektif dalam proses menanamkan kebiasaan gaya hidup sehat," bebernya.

Ia pun mengatakan agar penularan perilaku sosial dengan gaya hidup yang positif bisa dilakukan dengan membidik banyak komunitas guna menerapkan pola hidup yang lebih sehat di tengah masayakat.

"Agar penularan sosial atau difusi sosial dalam perilaku sehat dapat terjadi, yang juga perlu dilakukan adalah dengan membidik secara spesifik banyak komunitas dengan segmen yang berbeda-beda, misal komunitas berdasarkan tempat tinggal, tempat kerja, hobi, profesi dan lain-lain. Sehingga penyebaran pemahaman dan kebiasaan hidup sehat dapat meluas hingga membentuk masyarakat yang lebih sehat," pungkasnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved