Empat Orang Tewas Akibat Banjir di Tangsel, Pemkot Dikritik Tak Punya Peta Rawan Bencana

Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD Tangsel, Alex Prabu, mengkritik Pemerintah Kota (Pemkot) yang tidak memiliki peta rawan bencana.

Empat Orang Tewas Akibat Banjir di Tangsel, Pemkot Dikritik Tak Punya Peta Rawan Bencana
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Puluhan mobil dan sepeda motor masih terendam banjir di Lampung Kayu Gede, Serpong Utara, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (2/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Sebanyak empat orang tewas akibat banjir awal tahun 2020 yang menerjang Tangerang Selatan (Tangsel), DPRD Tangsel mempertanyakan pemetaan titik rawan bencana sebagai antisipasi.

Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD Tangsel, Alex Prabu, mengkritik Pemerintah Kota (Pemkot) yang tidak memiliki peta rawan bencana.

"Prinsipnya, antisipasi itu harus sudah dipetakan, mana titik banjir mana titik longsor. Saya sudah ngomong berkali-kali. BPBD tolong dipetakan," ujar Alex di Kantor DPRD Tangsel, Jalan Raya Puspiptek, Setu, Tangsel, Kamis (9/1/2020).

Alex mengatakan, ketiadaan peta rawan bencana itu menjadi penyebab jatuhnya korban jiwa di Tangsel.

"Saya belum melihat ada Pemetaan itu," jelasnya.

Alex menyayangkan sampai jatuh korban jiwa akibat banjir. Padahal Tangsel bukan kali pertama diterpa banjir dari intensitas hujan ataupun kiriman lewat sungai Cisadane dan Angke itu.

"Prinsipnya jangan sampai ada korban jiwa, itu mahal lho," ujarnya.

Adik Kandung Lina Nyaris Pingsan saat Mantan Istri Sule Dimakamkan Lagi

Sementara, Ketua DPRD Tangsel, Abdul Rasyid, menyebut tewasnya empat orang akibat banjir di Tangsel sebagai musibah.

"Ini kan musibah, ini kan musibah, ini kan musibah, bencana, tadi disebutkan usianya ada yang 60, 70, ada juga yang kena arus," ujar Rasyid di lokasi yang sama.

Berbeda dengan Alex yang melihat jatuhnya korban sebagai gagalnya pemkot memetakan titik rawan bencana, Rasyid justru melihatnya sebagai pelajaran.

"Namanya musibah, bencana, sebagai sesuatu sebagai hal yang harus diantisipasi," ujarnya.

Bagi Sekjen DPD Golkar Tangsel itu, empat orang korban jiwa harus menjadi catatan pemetaan titik rawan bencana ke depannya.

"Kita harus memiliki pemetaan potensi bencana itu di mana saja. Dari situ kita buat perrencanaan," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved