Sisi Lain Metropolitan

Kisah Iman Puluhan Tahun Jadi Pemulung: Bungkuk Akibat Beban Berat Hingga Gerobak Bikin Semangat

Puluhan tahun bekerja sebagai pemulung menyebabkan kondisi tubuh Iman (76) membungkuk. Ia senang dapat gerobak.

Kisah Iman Puluhan Tahun Jadi Pemulung: Bungkuk Akibat Beban Berat Hingga Gerobak Bikin Semangat
Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Iman, pemulung di Jakarta Timur yang bungkuk akibat sering membawa beban berat, Kamis (8/1/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Puluhan tahun bekerja sebagai pemulung menyebabkan kondisi tubuh Iman (76) membungkuk.

Iman merupakan ayah satu anak asal Karawang, Jawa Barat.

Bersama sang istri, Saliyah, keduanya merantau ke Ibu Kota sejak puluhan tahun lalu.

Usia yang tak lagi muda, membuat Iman tampak kesulitan untuk mengingat tahun berapa ia sampai di Jakarta.

Seingatnya, kala itu, ia belum memiliki putra semata wayangnya yang bernama Enjun.

Tanpa pendidikan dan keuangan yang terbatas, Imankesulitan mencari lapangan pekerjaan. Akhirnya ia pun tak punya pilihan lain dan memutuskan untuk menjadi pemulung atau pengumpul barang sisa bersama istrinya.

Sampai anaknya beranjak dewasa, hidup mereka selalu berpindah-pindah.

Penghasilan yang tak menentu, membuat Iman tak mampu membayar biaya kontrakan.

Namun, beberapa tahun belakangan, ia pun menemui solusi atas perkara tersebut.

"Saat ini saya sudah tinggal di lapak. Jadi enggak bayar kontrakan seperti dulu," jelasnya kepada TribunJakarta.com, Kamis (8/1/2020).

Iman, pemulung di Jakarta Timur yang bungkuk akibat sering membawa beban berat, Kamis (8/1/2020)
Iman, pemulung di Jakarta Timur yang bungkuk akibat sering membawa beban berat, Kamis (8/1/2020) (Tribunjakarta.com/Nur Indah Farrah Audina)
Halaman
123
Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved