Penderita Diabetes Ternyata Boleh Olahraga Lari, Simak Aturannya

lari merupakan olahraga yang cukup sederhana, yakni bisa dilakukan tanpa memerlukan alat bantuan apapun.

Penderita Diabetes Ternyata Boleh Olahraga Lari, Simak Aturannya
Ace Maxs
Diabetes 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Lari, adalah salah satu jenis olahraga yang banyak disukai orang.

Selain menyehatkan, lari merupakan olahraga yang cukup sederhana, yakni bisa dilakukan tanpa memerlukan alat bantuan apapun.

Namun faktanya, tak semua orang bisa melakukan olaharaga lari, terlebih bagi seorang penderita diabetes.

"Olahraga lari tentu yang paling dominan tuh masalah kardiovaskularnya. Jadi pasien diabetes dengan komplikasi kardiovaskular, tentu ada batasan dengan olaharaga lari," ujar Pakar Kesehatan dr Rudy Kurniawan.

Ia mengatakan, bahwa sebenarnya olaharaga lari adalah jenis olahraga yang menyehatkan bagi penderita diabetes dengan catatan tertentu.

Diantaranya, pada penderita diabetes yang belum mengalami komplikasi khususnya pada kardiovaskular.

Namun sebaliknya, olaharaga ini sangat tidak dianjurkan bagi penderita diabetes dengan komplikasi tersebut.

Ia pun menyarankan agar penderita diabetes tanpa komplikasi kardiovaskular bisa melakukan olahraga lari dengan menyesuaikan jarak dengan tingkat kemampuan secara individu.

"Mungkin kita bilang pradiabetes atau diabetes awal tanpa komplikasi lari dangan teknik yang tepat sebenernya juga sehat. Ibarat penyandang diabetesnya usia 50an, dia obesitas dengan komplikasi kardiovaskular tentu kita tidak akan sarankan lari. Kenapa? karena selain membebani kardiovaskularnya, tentu beban juga terhadap sistem gerak sendi, jadi bahaya," pungkasnya.

Rekap Malaysia Masters 2020: 6 Wakil Indonesia Lolos ke Perempat Final, Marcus/Kevin Vs Fajar/Rian

Zuraida Tak Tahu Untung, Putri Jamaluddin Singgung Hukuman Pantas untuk Ibu Tirinya

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan olahraga lari pada penderita diabetes.

Seperti teknik lari yang tepat, hingga penggunaan peralatan yang tepat sehingga merasa nyaman saat melakukan olahraga tersebut.

"Misalnya sepatu, karena kalu sepatunya gak nyaman justru muncul komplikasi lain, kaya cedera sendi misalnya," beber dr. Rudy.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved