Pernah Mampir Makan, Foto Menteri Tjahjo Kumolo Terpajang di Kios Pedagang Nasi Kapau Senen

Pegawai di kios nasi kapau, Ahmad Saleh, membenarkan bahwa Tjahjo Kumolo beberapa kali pernah makan di kiosnya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Foto Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo, terpampang di satu antara kios pedagang nasi kapau, Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Foto Tjahjo Kumolo terpampang di satu dari sekian kios pedagang nasi kapau di Jalan Senen Raya, Jakarta Pusat.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, foto Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi itu mengenakan kaos hitam, celana panjang cokelat, dan kacamata.

Di foto tersebut, Tjahjo berdiri di samping seorang pria.

Ahmda Saleh, pegawai nasi kapau, membenarkan Tjahjo Kumolo beberapa kali pernah makan di kiosnya.

"Iya, itu Bapak Tjahjo Kumolo," ucap Ahmad Saleh kepada TribunJakarta.com di lokasi, Jumat (10/1/2020).

"Sedang foto bersama dengan anaknya si pemilik nasi kapau ini," imbuh dia.

Menurut Ahmad, Tjahjo Kumolo kerap makan nasi kapau bersama banyak orang.

"Saya rasa itu pegawai-pegawainya atau teman-temannya ya."

"Lumayan sering makan di sini," ucap Ahmad.

Ahmad tak mengetahui waktu foto bersama Tjahjo Kumolo dengan anak pemilik nasi kapau tersebut.

"Kurang tahu ya saya. Kayaknya pas masih jadi Menteri Dalam Negeri."

"Yang foto sama bapak Tjahjo lagi tidak ada di sini sih," sambung Ahmad.

Tak Lagi Jualan di Trotoar

Kini, para pedagang nasi kapau tak lagi menempati trotoar Jalan Senen Raya.

Sebelumnya, di sana berjejer pedagang nasi kapau.

Suasana tempat makan nasi kapau saat malam hari, di kawasan Senen, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019).
Suasana tempat makan nasi kapau saat malam hari, di kawasan Senen, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/9/2019). (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Kini, mereka menggunakan lahan di belakang trotoar tersebut.

Ahmad Saleh mengaku pedagang nasi kapau di sana telah mengikuti instruksi pihak terkait.

Sehingga mereka tak lagi berjualan di trotoar.

"Kami tidak boleh dagang di trotoar waktu itu, jadi dagang di sini sementara," terang Ahmad.

Kata Ahmad, lokasi sekarang tempat berdagang nasi kapau tidak lebih baik.

Sebab, jarak pedagang nasi kapau dengan pedagang lainnya cukup berdekatan.

"Enakan yang dulu di trotoar, lebih lega dan tidak berdekatan seperti ini," ucap Ahmad.

Dampak lain juga dirasa para pelanggan nasi kapau.

Khususnya mereka yang membawa kendaraan, terkadang bingung saat parkir.

"Pernah ada pelanggan bilang ke saya, kalau parkir sekarang bingung."

Beberapa orang tampak lahap menyantap nasi kapau yang mereka pesan dari sebuah warung makan nasi kapau di Sentra Makanan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2019).
Beberapa orang tampak lahap menyantap nasi kapau yang mereka pesan dari sebuah warung makan nasi kapau di Sentra Makanan Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/3/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI)

"Adanya di atas trotoar, tapi takut diderek sama Dishub," jelasnya.

"Dulu kan bisa parkir di tempat yang kami dagang ya," lanjutnya.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi pada pukul 13.30 WIB hingga 14.40 WIB, beberapa pengendara motor memarkirkan kendaraannya di atas trotoat.

Beberapa juru parkir pun berada di sana.

Primadona Pekerja Kantoran

Lapak pedagang nasi kapau akan ramai pada siang.

Menurut Ahmad Saleh, biasanya lapak nasi kapau diserbu pekerja kantoran di kawasan Senen.

"Ramainya saat jam makan siang, pukul 12.00 WIB sampai 13.00 WIB," ucap Ahmad.

Dia berkata, sekira 30 orang biasanya makan siang di kios nasi kapau.

"Kira-kira tiga puluh orang lah yang makan siang di sini."

"Kadang ada juga sih yang bukan pegawai di sini, dari jauh juga ada," kata Ahmad.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, sekiranya lima kios pedagang nasi kapau berada di sana.

Seluruh pedagang nasi kapau tersebut mayoritas menghidangkan lauk serupa.

Mulai dari ayam bakar, ikan bakar, telur dadar, sayur nangka, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Tarif harga seporsi nasi kapau pun bervariasi. Tergantung lauk yang akan dibeli.

"Misal, kalau ikan bakar kembung dan perkedel, serta sayuran, itu Rp 28 ribu."

"Porsinya pun banyak, kenyang, enak, dan puas," kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved