Driver Ojol Tewas di Rusun

Rekonstruksi Pembunuhan Driver Ojol Wanita di Rusun Cakung, Awalnya Mabuk Bareng Teman

Polres Metro Jakarta Timur melakukan rekonstruksi adegan saat Jemi A.B Obier (27) membunuh Rieke Andrianti (43) di Rusun Griya Tipar Cakung.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Jemi A.B Obier (27) saat rekonstruksi pembunuhan di Rusun Griya Tipar Cakung, Jakarta Timur, Jumat (10/1/2020). 

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan Jemi yang masih tetangga Rieke justru ditangkap pada Sabtu (9/11/2019) saat hendak menuju rumah temannya.

"Ditangkap pas mau pergi main ke rumah temannya di Tanjung Priuk, bukan mau kabur. Kenapa, karena dia yakin perbuatannya enggak ketahuan, jadi mikir buat apa kabur," kata Hery di Mapolrestro Jakarta Timur, Kamis (14/11/2019).

Jemi yakin perbuatannya tak diketahui karena saat beraksi dia masuk dan keluar dari kamar Rieke lewat jendela belakang sehingga tak tersorot CCTV.

Saat diringkus sekira pukul 14.00 WIB di gerbang Rusun Griya Tipar Cakung, Kelurahan Cakung Barat tempat Rieke dan Jemi tinggal Jemi pun tak melawan petugas.

"Dia bilang 'Kan enggak ada yang melihat saya pak kenapa saya harus kabur'. Kurang lebih dia bilang seperti itu pas diperiksa," ujar Hery menirukan ucapan Jemi.

Usai meninggalkan jasad Rieke dalam keadaan tertutup karpet, Jemi sendiri tak kembali ke unit kamar kerabatnya tempatnya menumpang tinggal.

Hery menuturkan Jemi bermalam di unit kamar satu temannya yang masih penghuni Rusun Griya Tipar Cakung namun berbeda tower dengan Rieke.

"Memang beberapa pelaku pembunuhan enggak langsung kabur, biar enggak menimbulkan kecurigaan orang sekitar. Kalau dia kabur kan orang langsung curiga," tuturnya.

Jemi yang kini mendekam dalam sel tahanan Mapolrestro Jakarta Timur dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan 338 KUHP tentang pembunuhan.

Alasannya Jemi terbukti sudah menyiapkan pisau dapur yang digunakan menikam Rieke sebelum naik ke lantai lima tempat unit kamar Rieke.

Pembunuh Driver Ojol Penghuni Rusun Cakung Rencanakan Aksinya Saat Mabuk Minuman Keras

Niat Jemi Oppier membunuh tetangganya, Rieke Andrianti (43) pada Jumat (8/11/2019) sekira pukul 03.00 WIB muncul saat dia sedang menenggak minuman keras bersama sejumlah temannya.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan kala itu Jemi sedang nongkrong di taman Rusun Griya Tipar Cakung dekat tower tempat unit kamar sewaan Rieke.

"Dari tempat dia minum (mabuk) Intisari (jenis minuman) itu dia bisa melihat jendela kamar korban. Di situ niat pelaku membunuh korban muncul," kata Hery di Mapolrestro Jakarta Timur, Kamis (14/11/2019).

Melihat jendela belakang unit kamar Rieke terbuka, Jemi segera menyudahi mabuknya lalu mengambil sebilah pisau dapur dari tempat kerabatnya.

Dia melewati lorong Rusun lantai 5 tempat Rieke tinggal sembari menyembunyikan pisau dalam di sela ketiak lalu masuk lewat jendela belakang.

"Awalnya dia mengecek dulu korbannya ada atau enggak. Pas dicek ada, dia masuk lewat jendela belakang. Karena di dekat kamar korban ada CCTV, jadi dia memutar," ujarnya.

Hery menuturkan Jemi bisa masuk lewat jendela belakang karena terdapat sisa beton yang lebarnya bisa dilewati seseorang.

Mendapati korban dalam keadaan tidur, Jemi langsung menikam perempuan yang berprofesi sebagai pegawai satu perusahaan travel umrah dan driver ojek online itu.

"Saya belum dapat laporan resmi hasil visum dan autopsinya, jadi belum bisa kasi keterangan berapa luka tusuk dan penyebab kematian korban," tuturnya.

Malaysia Masters 2020: Sedang Berlangsung Jonatan Christie Vs Ka Long Angus, Link Live Streaming

Capai Kata Sepakat, Bos Persija Segera Perkenalkan Pemain Baru Berposisi Striker dan Gelandang

Usai menghabisi nyawa Rieke, Jemi lantas mencuci celananya yang terkena cipratan darah lalu kabur dengan cara yang sama saat masuk.

Bercak darah Rieke yang tertinggal di tubuh Jemi menempel dekat balkon lantai 5 yang saat olah TKP ditemukan tim identifikasi Polres Metro Jakarta Timur.

"Ember di kamar mandi kamar korban itu penuh darah, karena pelaku mencuci celana yang terkena darah. Pisau yang digunakan membunuh korban dibuang dekat saluran air Rusun," lanjut Hery.

Jemi diringkus tim gabungan Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Timur, dan Polsek Cakung pada Sabtu (9/11/2019) sekira pukul 14.00 WIB.

Hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan penyidik Polres Metro Jakarta Timur, Jemi tega membunuh Rieke karena sakit hati kerap diejek hitam dan jelek.

Sebelumnya, Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan hasil autopsi pada jasad Rieke ditemukan 11 luka tusuk.

Penyebab kematian Rieke yang tinggal di lantai 5 nomor 17 Rusun Griya Tipar Cakung akibat pendarahan hebat di bagian leher dan kepala.

"Luka senjata tajam ada di kepala sisi kiri dan kanan. Pipi kanan dan kiri, serta dahi. Di leher kanan, pundak kanan dan kiri. Lengan kanan dan lengan kiri. Selanjutnya di kaki kanan bawah," kata Edy, Sabtu (9/11/2019)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved